PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perikanan Kota Palangka Raya melakukan pemantauan atau survei harga ikan konsumsi di dua pasar utama, yaitu Pasar Besar dan Pasar Kahayan.

Hasil survei menunjukkan adanya fluktuasi harga, di mana sebagian besar jenis ikan mengalami kenaikan, sementara beberapa jenis justru tercatat penurunan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriati Ritadewi, menjelaskan bahwa naiknya harga ikan budidaya seperti nila, lele, dan patin disebabkan oleh tingginya harga pakan ikan yang belum kunjung turun.

Hal ini berdampak langsung pada biaya produksi pembudidaya yang akhirnya berimbas pada harga jual di pasar.

"Naiknya harga ikan budidaya disebabkan karena mahalnya harga pakan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pembudidaya sekaligus konsumen di tengah kondisi ekonomi saat ini," ujar Indriati Ritadewi, Rabu 7 Oktober 2026.

Di Pasar Besar, ikan yang mengalami kenaikan cukup signifikan antara lain belida/pipih naik 87,50 persen menjadi Rp 75.000 per kilogram, lais naik 37,50 persen menjadi Rp 110.000 per kilogram, serta nila dan lele sungai masing-masing naik 25 persen. Sementara itu, ikan seperti baung dan biawan justru turun harga.

Sementara itu, di Pasar Kahayan, kenaikan harga terlihat pada ikan lais naik 40 persen menjadi Rp 140.000 per kilogram, nila naik 18,18 persen, lele sungai naik 20 persen, serta gabus naik 25 persen. Beberapa jenis ikan juga tercatat kehabisan stok saat survei dilakukan.

Untuk ikan laut, pasokan juga belum sepenuhnya lancar. Di Pasar Besar, udang laut naik 33,33 persen menjadi Rp 120.000 per kilogram. Di Pasar Kahayan, cumi-cumi justru naik sedikit menjadi Rp 130.000 per kilogram.

Keterbatasan pasokan dari Banjarmasin menjadi alasan utama belum tersedianya beberapa jenis ikan laut di lapak-lapak pedagang.

Indriati juga menyebutkan bahwa ketersediaan ikan sungai sangat bergantung pada faktor iklim dan hasil tangkapan nelayan.

Kondisi cuaca dan kabut asap yang masih terjadi memengaruhi aktivitas nelayan, sehingga tidak semua jenis ikan tersedia setiap saat dengan jumlah yang melimpah. Ia berharap masyarakat dapat memaklumi fluktuasi harga yang terjadi.

"Dinas Perikanan Kota Palangka Raya akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan ikan di pasar, serta berupaya mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui pembinaan kepada para pembudidaya dan nelayan lokal," pungkasnya. (PATHUR/R)