BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Enam petugas dan relawan yang terlibat dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat harus mendapat penanganan medis di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun akibat gangguan kesehatan selama bertugas.
Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Fachruddin, Rabu, 7 Oktober 2026 mengatakan para petugas dan relawan tersebut mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik dalam waktu cukup lama serta terpapar kabut asap di lokasi karhutla.
“Benar, sampai sekarang ada sekitar enam orang sejak karhutla,” jelasnya. Fachruddin menjelaskan sebagian dari enam petugas dan relawan tersebut masih menjalani rawat inap. Pihak rumah sakit terus memantau kondisi kesehatan para pasien selama menjalani perawatan.
Kondisi ini terjadi setelah para petugas dan relawan melakukan aktivitas pemadaman di lokasi yang dipenuhi asap dari lahan terbakar.
Proses pemadaman membutuhkan tenaga fisik cukup besar dan dilakukan dalam waktu yang tidak singkat.
Fachruddin menjelaskan, paparan asap dan kelelahan menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena personel harus bekerja di tengah kondisi lapangan yang cukup berat.
Sementara itu, karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Petugas gabungan bersama relawan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi yang terdampak.
Kondisi kesehatan personel menjadi salah satu perhatian dalam operasi penanganan karhutla.
Pemantauan terhadap petugas diperlukan agar mereka dapat segera mendapat penanganan medis apabila mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan tugas. (WAHYU KRIDA/R)









