PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebuah bangunan rumah milik M. Suranto terbakar di kawasan Jalan Tjilik Riwut Kilometer 17, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Laporan diterima melalui layanan Call Center 112 pada pukul 09.38 WIB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit Lundjen, melalui Kepala Bidang Pemadaman, Alfrianto menyampaikan bahwa objek yang hangus terbakar berupa satu unit rumah berkonstruksi kayu dengan ukuran 5 x 12 meter. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp80 juta.

"Petugas merespons laporan dalam waktu 12 menit. Piket I Mako Damkar dan Piket Regu I Bidang Penyelamatan segera bergerak menggunakan dua unit mobil pemadam, yaitu Hino Ayaxx dan Hino Ziggler, menuju lokasi kejadian," ujar Alfrianto.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati bahwa proses pemadaman sudah dilakukan oleh unsur TNI, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).

Oleh karena itu, tim Damkar tidak melakukan pemadaman ulang dan langsung melaksanakan pendataan menyeluruh di lokasi kejadian.

Alfrianto menjelaskan bahwa setelah dipastikan api telah benar-benar padam dan kondisi aman, tim melakukan pemeriksaan akhir terhadap bangunan yang terbakar, personel, armada, serta peralatan yang digunakan.

Hingga saat ini penyebab pasti terjadinya kebakaran belum diketahui secara pasti. Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut. Satu keluarga yang menempati rumah itu kini kehilangan tempat tinggal akibat musibah ini.

Pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan memeriksa instalasi listrik serta sumber api di lingkungan tempat tinggal.

Masyarakat diminta segera menghubungi Call Center 112 apabila melihat tanda-tanda kebakaran maupun asap mencurigakan.

"Kesigapan warga dan kerja sama antar unsur terkait menjadi kunci penting dalam penanganan kebakaran. Kami berharap masyarakat semakin peduli dan waspada demi mencegah kerugian yang lebih besar," pungkas Alfrianto. (PATHUR/R)