PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengembangan budi daya udang vaname di kawasan tambak Sukamara diproyeksikan dapat memberikan kontribusi hingga Rp32 miliar bagi pendapatan daerah.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau kawasan tambak udang vaname yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Badan Layanan Umum Daerah (UPT BLUD) Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Sukamara.

Dalam kunjungan ini gubernur bersama jajaran melihat secara langsung perkembangan dan hasil budi daya udang vaname yang dikembangkan di kawasan tambak tersebut.

“Ini menjadi salah satu upaya kita dalam memacu pendapatan dengan mengoptimalkan masing-masing potensi yang dimiliki daerah,” tegas Agustiar dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah Sri Widanarni mengatakan pengembangan kawasan tambak udang vaname di Sukamara telah berlangsung selama beberapa tahun dan kini mulai menunjukkan hasil produktivitas yang menggembirakan.

“Karena dari hasil budi daya ini sudah bisa berkontribusi untuk peningkatan pendapatan daerah,” jelasnya.

Berdasarkan laporan UPT BLUD PBAPL, pendapatan dari pengembangan budi daya udang vaname di kawasan tambak Sukamara diproyeksikan dapat mencapai hingga Rp32 miliar.

Pengembangan kawasan tambak tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor produktif terhadap pendapatan daerah. (HERMAWAN DP/R)