BORNEONEWS, Palangka Raya – Warga Palangka Raya yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap kini memiliki lebih banyak titik layanan untuk mendapatkan pertolongan.
Jumlah Rumah Oksigen di kota ini bertambah dari 43 menjadi 47 titik dan tersebar di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu hingga kantor kelurahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan penambahan dilakukan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat yang terdampak penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan.
“Totalnya sampai dengan hari kemarin ada 47 Rumah Oksigen yang tersebar di Kota Palangka Raya. Mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu hingga posyandu dan di lingkungan kantor kelurahan,” katanya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Dari total tersebut, sebagian layanan beroperasi selama 24 jam.
Empat puskesmas di Palangka Raya bahkan disiapkan untuk memberikan pertolongan penuh sepanjang hari bagi warga yang mengalami keluhan akibat paparan asap.
Operasional Rumah Oksigen juga diperluas hingga tingkat kelurahan.
Salah satu dukungan dilakukan melalui keterlibatan mahasiswa semester akhir Universitas Eka Harap untuk membantu menjaga layanan di sejumlah titik.
Riduan mengatakan jumlah Rumah Oksigen masih bisa bertambah apabila kualitas udara kembali memburuk.
“Kita evaluasi. Kalau memang nanti cuacanya tambah jelek, insyaallah kita perluas,” ujarnya.
Keberadaan Rumah Oksigen menjadi penting di tengah meningkatnya risiko gangguan kesehatan selama kabut asap.
Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya.
Selain Rumah Oksigen, warga juga dapat menggunakan layanan darurat 112 untuk melaporkan kejadian karhutla maupun meminta bantuan dalam kondisi darurat.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan layanan tersebut dapat digunakan tanpa biaya untuk mempercepat penyampaian informasi kepada petugas.
“Layanan 112 dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa biaya dan menjadi salah satu kanal untuk mempercepat penyampaian informasi kepada petugas sehingga penanganan di lapangan dapat segera dilakukan,” katanya.









