BORNEONEWS, Banjarmasin - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali berkobar di sekitar Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026, berdampak pada kondisi mahasiswa di kawasan kampus.
Kepungan asap pekat dilaporkan membuat sejumlah mahasiswa mengalami gangguan pernapasan. Kondisi tersebut terjadi ketika asap dari kebakaran lahan menyelimuti lingkungan kampus.
Jejaring relawan bahkan melaporkan perlunya dukungan medis untuk kawasan UNISKA. Permintaan tersebut disampaikan seiring adanya mahasiswa yang dilaporkan mengalami sesak napas.
"D perlukan backup medis untuk uniska," demikian laporan yang diterima pada Rabu pagi.
Laporan berikutnya menyebut kondisi serupa terjadi di sekitar kantin kampus. "Dekat kantin UNISKA yang sesak napas," demikian laporan dari jejaring relawan.
Kondisi kemudian disebut semakin mengkhawatirkan. "Banyak yang memerlukan oksigen mahasiswa banyak yang sesak nafas," demikian laporan yang diterima sekitar pukul 11.10 WITA.
Di saat yang sama, kobaran api kembali membesar di sekitar kawasan kampus. Asap yang semakin pekat membuat aktivitas di lingkungan UNISKA terganggu dan mahasiswa dipulangkan lebih awal.
Situasi juga membuat dukungan medis dikerahkan ke lokasi. Laporan jejaring relawan menyebut ambulans disiagakan sebagai bagian dari dukungan medis di kawasan lahan kampus UNISKA.
"Ambulance sepana dijalur back up medis lahan kampus uniska," demikian laporan tersebut. Sementara itu, upaya pemadaman karhutla tetap dilakukan untuk mengendalikan api yang mengarah ke kawasan kampus.
Dukungan kendaraan pemadam dan personel gabungan dikerahkan bersamaan dengan upaya penanganan terhadap mahasiswa yang terdampak asap.
Hingga kini belum diketahui jumlah pasti mahasiswa yang mengalami sesak nafas. Pihak kampus telah melakukan pemulangan para mahasiswa. (SABRIANOOR/R)









