BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan dan peninjauan langsung di lokasi sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan ebsar swasta (PBS).
Pemantauan tersebut dilaksanakan di areal perkebunan PT BMB yang berada di Desa Tumbang Pajangei, Kecamatan Tewah.
Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini di lokasi sengketa sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
"Saya selaku Bupati Gunung Mas hadir di lokasi sengketa masyarakat dengan PT BMB. Saya mau melihat sejauh mana permasalahan ini, dan memastikan tidak ada aktivitas dari pihak PT BMB. Dengan masyarakat, saya harap selalu aman dan kondusif,” ujar Jaya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Jaya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak ahli waris yang selama ini dinilai telah menjaga komitmen untuk mempertahankan situasi tetap aman dan kondusif sejak awal munculnya permasalahan hingga saat ini.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak ahli waris yang sudah menjaga komitmen selama ini, mulai dari awal sampai sekarang, sehingga situasi dapat tetap aman,” katanya.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa dalam proses penyelesaian sengketa tersebut, pihak PT BMB disebut belum hadir dalam proses penyelesaian yang sedang berjalan.
Karena itu, dirinya meminta pihak ahli waris untuk tetap menahan diri dan menjaga keamanan di lokasi yang disengketakan.
“Saya berharap ahli waris tetap menahan diri dan menjaga keamanan di lokasi yang disengketakan ini. Saya sebagai Bupati akan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan ini dan kita menunggu sampai adanya hasil keputusan pengadilan,” tegasnya. (RISKA YULYANA/j)









