BORNEONEWS, Palangka Raya – Bagi sebagian lansia, keluar rumah saat kabut asap menyelimuti Palangka Raya bukan perkara mudah. Risiko gangguan pernapasan justru bisa bertambah ketika mereka harus menempuh perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Karena itu, warga yang membutuhkan pelayanan medis di rumah kini dapat menghubungi puskesmas terdekat. Petugas kesehatan akan datang langsung, terutama bagi lansia dan kelompok rentan yang kesulitan mengakses layanan akibat kabut asap karhutla.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan layanan Home Care diprioritaskan bagi warga yang memang membutuhkan pemeriksaan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
“Jika pasien memerlukan layanan kesehatan, cukup menghubungi puskesmas. Petugas kami akan datang ke rumah, terutama bagi lansia yang terdampak kondisi kabut asap,” katanya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Layanan tersebut menjadi semakin penting karena kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut masih muncul selama musim kemarau dan karhutla.
Sejak Juni hingga awal Oktober 2026, sebanyak 10.240 kasus ISPA telah ditangani di Palangka Raya.
Pada Juni tercatat 1.849 kasus, kemudian meningkat menjadi 2.293 kasus pada Juli dan mencapai 3.104 kasus pada Agustus.
Jumlahnya kemudian turun menjadi sekitar 2.900 kasus pada September dan 190 kasus pada awal Oktober.
Data harian terbaru menunjukkan 81 kasus ISPA, lebih rendah dibanding periode sebelumnya.
Riduan menilai penurunan itu ikut dipengaruhi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melindungi diri dari paparan asap.
“Masyarakat sudah semakin memahami cara melindungi diri. Kalau tidak ada keperluan penting lebih baik di rumah, kemudian kalau keluar memakai masker dan menjaga kesehatan tubuh,” ujarnya.
Bagi lansia yang kondisi fisiknya lebih rentan, tetap berada di rumah menjadi pilihan yang lebih aman selama kualitas udara memburuk.
Namun ketika keluhan muncul, mereka tetap dapat memperoleh pelayanan dengan bantuan petugas puskesmas.
Selain Home Care, pada saat itu Palangka Raya juga menyiagakan 43 Rumah Oksigen sebagai akses pertolongan awal bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Titik layanan tersebut tersebar di puskesmas, puskesmas pembantu dan sejumlah kelurahan.
“Pelayanan oksigen ini gratis untuk seluruh warga Kota Palangka Raya. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya apabila mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap,” kata Riduan.
Ketersediaan obat untuk penanganan ISPA dan vitamin juga dipastikan masih mencukupi.
Warga yang mengalami sesak, batuk berkepanjangan atau keluhan pernapasan lainnya diminta segera menghubungi puskesmas agar mendapat penanganan sesuai kondisi.
Di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya hilang, layanan kesehatan tidak lagi selalu menunggu pasien datang. Untuk kelompok yang paling rentan, petugas justru bergerak mendatangi rumah mereka.









