JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Desa Sungai Melawen, Kecamatan Pangkalan Lada, dan Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, menjadi dua perwakilan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang mengikuti tahapan pemaparan dan wawancara Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

Bupati Kobar Nurhidayah mengawal langsung proses yang dijalani kedua perwakilan tersebut sebagai bentuk dukungan Pemkab Kobar terhadap upaya desa dan kelurahan dalam menunjukkan inovasi serta capaian pembangunan di tingkat nasional.

Tahapan pemaparan dan wawancara dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat HM Rafi’i, Kantor Bupati Kobar. Desa Sungai Melawen mengikuti tahapan tersebut tanggal 5 Oktober 2026, sedangkan Kelurahan Candi tanggal 7 Oktober 2026. Keduanya dijadwalkan mengikuti sesi pada pukul 12.05 hingga 12.50 WIB.

Keikutsertaan dua perwakilan Kobar ini merupakan langkah lanjutan setelah keduanya dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan penilaian calon juara tingkat nasional.

Bupati Kobar mengatakan, pemerintah kabupaten memberikan dukungan penuh kepada Desa Sungai Melawen dan Kelurahan Candi agar dapat menyampaikan berbagai inovasi dan capaian yang telah dikembangkan secara optimal.

“Pemkab Kobar memberikan dukungan terhadap seluruh proses yang dijalani kedua perwakilan tersebut. Kami terus mendukung agar seluruh inovasi dan capaian desa serta kelurahan dapat disampaikan secara optimal dalam tahapan penjaringan tingkat nasional,” jelas Bupati.

Menurut Bupati, inovasi yang dikembangkan pemerintah desa dan kelurahan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, berbagai terobosan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perubahan.

Bupati menilai, keikutsertaan Desa Sungai Melawen dan Kelurahan Candi tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi di tingkat nasional. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi Kobar untuk memperkenalkan praktik pemerintahan yang inovatif dan upaya pembangunan yang telah dilakukan di tingkat lokal.

“Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan praktik-praktik inovatif pemerintahan daerah sekaligus mendorong desa dan kelurahan agar terus beradaptasi terhadap perubahan, memperkuat pelayanan publik, serta membangun masyarakat yang tangguh dan mandiri,” jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/H)