JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Pemerintah mengalokasikan anggaran ratusan triliun rupiah untuk merombak layanan kesehatan nasional pada 2027-2029 yang mencakup renovasi 8.001 puskesmas, pembangunan 1.988 puskesmas baru, serta pembenahan 441 RSUD di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus mengatakan pembangunan puskesmas baru difokuskan untuk memecah beban pelayanan di wilayah berkepadatan tinggi.

"Ke depan, fokus belanja kesehatan harus bergeser dari pengobatan di rumah sakit menuju pencegahan di fasilitas primer," ujar Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus dalam keterangan di Jakarta, Kamis 8 Oktober 2026.

Sebagai bagian dari program pembenahan nasional, mulai 2027 Kementerian Kesehatan memprioritaskan pembenahan infrastruktur terparah, termasuk penambahan unit X-ray mobile di seluruh puskesmas.

Khusus di Bali, sebanyak 119 puskesmas akan direnovasi, empat puskesmas rusak berat dibangun ulang, dan tujuh puskesmas yang melayani lebih dari 60 ribu jiwa akan dipecah.

Namun Wamenkes menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.

"Membeli alat kesehatan bisa cepat, tetapi mencetak tenaga medis seperti radiografer dan dokter spesialis membutuhkan proses. Pengadaan alat dan penyiapan SDM harus berjalan seiring sejalan agar pelayanan prima terwujud," ucapnya.

Di tingkat daerah, ia menyebut UPTD Puskesmas III Denpasar Barat menjadi bentuk nyata transformasi kawasan yang dulunya bekas pasar loak dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menjadi fasilitas kesehatan inklusif.

Senada Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan puskesmas ini beroperasi 24 jam dengan layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) serta layanan terpadu bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk penertiban akta lahir bayi secara langsung.

"Kami ingin memastikan setiap ibu dan anak mendapat pelayanan yang aman, nyaman, dan ramah tanpa diskriminasi," kata Arya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Anak Agung Ayu Agung Candrawati menambahkan puskesmas ini telah terintegrasi penuh dengan BPJS Kesehatan dan dilengkapi layanan gawat darurat Damakesmas (Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat) 24 jam guna menopang pemerataan jangkauan kesehatan di Bali.

ANTARA