BORNEONEWS, Palangka Raya – Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menyesuaikan operasional penerbangan di tengah gangguan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka penerbangan mulai pukul 07.00 WIB.
Penyesuaian jam operasional tersebut dilakukan agar penerbangan dapat berlangsung pada waktu ketika kondisi jarak pandang dinilai lebih aman bagi pesawat dan penumpang.
Business Support Department Head Bandara Tjilik Riwut, Andi Wiguna mengatakan, operasional penerbangan mulai pukul 07.00 WIB diberlakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.
“Penerbangan kita mulai pukul 07.00 WIB atau menyesuaikan kondisi. Yang menjadi pertimbangan utama adalah kondisi jarak pandang dan keselamatan penerbangan,” kata Andi.
Kabut asap dapat menyebabkan jarak pandang menurun sehingga waktu operasional penerbangan perlu disesuaikan.
Pembukaan penerbangan pada pagi hari diharapkan dapat dilakukan ketika kondisi jarak pandang lebih mendukung.
Andi menjelaskan pihak bandara tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi jarak pandang sebelum penerbangan dilaksanakan. Jika kondisi dinilai aman, penerbangan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Sebaliknya apabila kondisi jarak pandang kembali memburuk, operasional penerbangan dapat mengalami penyesuaian. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari penerapan aspek keselamatan penerbangan," tambahnya.
Penyesuaian ini juga, kata Andi menjadi bagian dari langkah bandara menghadapi dampak kabut asap yang dalam beberapa waktu terakhir mengganggu aktivitas penerbangan di Palangka Raya.
Pihaknya dari bandara mengimbau, calon penumpang untuk memperhatikan informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai apabila terdapat perubahan akibat kondisi jarak pandang. (MARINI/R)









