BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan mendorong keterlibatan berbagai pihak melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Upaya tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi GENTING Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotim, Kamis, 8 Oktober 2026.
“Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, kolaborasi harus terus diperkuat agar intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan keluarga berisiko,” ujar Kepala DPPPAPPKB Kotim, dr. Achmad Yusi.
Ia menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Menurutnya, pemerintah daerah, BUMD, pihak swasta, komunitas hingga masyarakat dapat mengambil peran sebagai orang tua asuh dalam membantu keluarga yang memiliki risiko stunting.
Ia menjelaskan, Rakor GENTING menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyinkronkan berbagai bentuk intervensi di lapangan.
Intervensi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan nutrisi dan makanan bergizi, tetapi juga mencakup akses air bersih, jamban sehat, rumah layak huni hingga edukasi mengenai pola asuh.
Achmad Yusi menambahkan, keberhasilan program juga sangat bergantung pada monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berjenjang. Hal itu penting untuk memastikan pendampingan berjalan efektif serta bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Jadi bukan hanya bagaimana memberikan intervensi, tetapi juga bagaimana memastikan pendampingan tersebut berjalan dan memberikan dampak bagi keluarga yang menjadi sasaran,” jelasnya.
Melalui GENTING, Pemkab Kotim berharap terbentuk kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan berbagai unsur masyarakat. Dengan demikian, upaya penanganan keluarga berisiko stunting dapat dilakukan secara lebih terpadu.
Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berlanjut melalui pendampingan hingga keluarga mampu memenuhi kebutuhan dasar yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Kolaborasi yang kuat dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mempercepat upaya pencegahan stunting di Kotawaringin Timur,” pungkasnya. (DEVI/j)
Kotim Perkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting
Bagikan:

SAMPIT –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







