PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Persiapan venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah di Kabupaten Kotawaringin Barat telah mencapai sekitar 90 persen.

Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada November 2026 dan diperkirakan diikuti lebih dari 6.000 atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Kalteng.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan secara umum fasilitas pertandingan tidak menghadapi kendala berarti.

“Fasilitasnya seperti ini, artinya tidak ada masalah,” katanya, Kamis, 8 Oktober 2028.

Sebelumnya, pada Rabu, 7 Oktober 2026, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau sejumlah venue di Pangkalan Bun.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalteng, Agus Siswadi, mengatakan pekerjaan yang tersisa sebagian besar berupa penataan dan pengecekan akhir.

“Ya, sudah 90 persen. Tinggal penataan dan sebagainya. Ada beberapa yang kita cek lagi nanti perkembangan pekerjaannya,” ujarnya, Kamis, 8 Oktober 2026.

Sebagian besar pertandingan akan dipusatkan di kawasan sport center. Fasilitas yang disiapkan mencakup sejumlah cabang olahraga, antara lain sepak bola, atletik, bola voli, futsal, bola basket, motocross, skateboard dan cabang lainnya.

Secara keseluruhan, sekitar 32 cabang olahraga akan dipertandingkan. Jumlah peserta diperkirakan melampaui 6.000 atlet. Angka tersebut belum termasuk ofisial dan unsur pendukung masing-masing kontingen.

Dengan jumlah peserta yang besar, kesiapan tuan rumah tidak hanya bergantung pada arena pertandingan.

Hotel, katering, transportasi dan fasilitas pendukung lain juga harus dipastikan mampu menampung kebutuhan kontingen.

Sekda Kobar Rody Iskandar mengatakan informasi mengenai hotel dan katering telah disampaikan kepada kabupaten dan kota peserta.

“Berdasarkan keputusan Gubernur bahwa Kobar ditunjuk sebagai tuan rumah, tentunya kami akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik. Walaupun sekarang ini terkendala terkait dengan kabut asap dan cuaca, sampai saat ini kami terus mempersiapkan semaksimal mungkin,” katanya.

Selain penyelenggaraan pertandingan, kedatangan ribuan atlet dan ofisial juga diharapkan memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Sektor UMKM, perhotelan, katering hingga jasa wisata diperkirakan ikut mendapat pergerakan selama Porprov berlangsung.

“Kita mengutamakan gerak ekonomi itu mulai dari level yang terbawah, misalnya UMKM mikro sampai menengah dan sampai di tingkat perhotelan dan jasa-jasa wisata,” ujar Rody.

Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, pekerjaan kini difokuskan pada penyelesaian dan penataan akhir agar seluruh venue siap digunakan pada November.