BORNEONEWS, Kuala Lumpur – Myanmar menyatakan siap menerima sekitar 4.000 warganya yang akan dipulangkan dari Malaysia dalam waktu dekat.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan hal itu setelah bertemu Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Putrajaya, Kamis, 8 Oktober 2026.
“Saya harus berterima kasih kepada Anda. Anda langsung menyebutkan mereka yang berada di depot, 3.000–4.000 orang akan dipulangkan dan siapa pun yang dapat dipastikan berasal dari Myanmar,” kata Anwar.
Malaysia mencatat sekitar 200.000 warga Myanmar berada di negara tersebut.
Sejak Januari 2026, lebih dari 10.000 warga Myanmar telah dipulangkan melalui penerbangan maupun kapal Angkatan Laut Myanmar.
Sebanyak 1.476 orang di antaranya dipulangkan melalui jalur laut pada akhir September setelah menyelesaikan masa hukuman terkait pelanggaran izin tinggal dan imigrasi.
Anwar mengatakan pemulangan berikutnya akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek kemanusiaan dan tanpa paksaan.
Dalam pertemuan sebelumnya, Malaysia juga menyatakan proses repatriasi harus dilakukan secara sukarela, aman, dan bermartabat.
Namun, kebijakan pemulangan warga Myanmar tetap mendapat perhatian dari lembaga HAM dan kelompok internasional.
Kekhawatiran terutama berkaitan dengan kondisi keamanan Myanmar yang masih diliputi konflik internal dan risiko yang mungkin dihadapi warga setelah kembali.
Pemerintah Malaysia menyatakan hingga saat ini belum ada warga Rohingya yang dipulangkan ke Myanmar.
Selain membahas repatriasi, pertemuan Anwar dan Min Aung Hlaing juga menyinggung peningkatan hubungan bilateral dan kerja sama antara Malaysia dan Myanmar.
Min Aung Hlaing berada di Malaysia dalam kunjungan resmi sejak Rabu, 7 Oktober 2026.
ANTARA









