JAKARTA –

BORNEONEWS, Seoul – Mesir menawarkan pembentukan kawasan industri terpadu Korea di Zona Ekonomi Terusan Suez sebagai basis produksi sekaligus ekspor ke pasar Afrika, Eropa dan negara-negara Arab.

Usulan tersebut disampaikan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi saat bertemu dengan pimpinan dan perwakilan 23 perusahaan Korea Selatan di Seoul, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurut Al-Sisi, kawasan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik Mesir.

Lokasinya di sekitar Terusan Suez juga dinilai strategis untuk menjangkau pasar regional dan global melalui jaringan perjanjian perdagangan bebas yang dimiliki Mesir.

“Presiden Al-Sisi kembali menyampaikan ajakan untuk membangun Kawasan Industri Korea yang terintegrasi penuh di dalam Zona Ekonomi Terusan Suez,” demikian pernyataan Kepresidenan Mesir.

Mesir juga menawarkan sejumlah insentif untuk menarik perusahaan Korea.

Fasilitas tersebut mencakup pelayanan terpadu satu pintu, lahan industri dengan harga kompetitif, jaminan perlindungan investasi hingga keleluasaan dalam memindahkan keuntungan perusahaan ke luar negeri.

Kerja sama yang ditawarkan tidak terbatas pada satu sektor.

Mesir membuka peluang investasi pada industri kapal, otomotif, elektronik, petrokimia, farmasi, kecerdasan buatan, pusat data, energi surya dan angin, hidrogen hijau, pertanian hingga industri makanan.

Sejumlah perusahaan Korea disebut tertarik menjadikan Mesir sebagai basis produksi dan pintu masuk ke pasar Afrika maupun kawasan sekitarnya.

Pembahasan tersebut juga berlangsung saat hubungan ekonomi kedua negara sedang diperluas. Pada 8 Oktober 2026, Korea Selatan dan Mesir sepakat meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis dan memperluas kerja sama di sektor energi, teknologi, infrastruktur hingga industri.

Dengan posisi Terusan Suez yang menghubungkan jalur perdagangan Eropa, Asia, dan Afrika, Mesir berharap kawasan industri Korea dapat berkembang menjadi pusat manufaktur dan ekspor regional.

ANTARA