BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mengevaluasi pelaksanaan uji coba penutupan Jalan Tjilik Riwut di sekitar runway Bandara H Asan Sampit selama 3 hari sebelum menentukan penutupan secara permanen.
"Jadi kami melakukan sosialisasi dan simulasi penutupan ini setelah hari ini sampai dengan rencana kami sampai dengan hari Sabtu atau Minggu nanti. Setiap hari akan kami adakan evaluasi, di mana titik kurangnya, rambunya, ataupun nanti apapun yang berkaitan dengan kurangnya ini akan kami evaluasi," kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah, Kamis, 8 Oktober 2026.
Uji coba penutupan Jalan Tjilik Riwut dimulai hari ini hingga 11 Oktober 2026. Penutupan sementara dilakukan selama tiga jam setiap hari, yakni mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB.
Raihansyah mengatakan, hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan sebelum Jalan Tjilik Riwut ditutup permanen. Penutupan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan kawasan Bandara H Asan Sampit, khususnya perluasan dan pengamanan area runway.
"Seandainya di dalam evaluasi nanti terpenuhi, istilahnya masyarakat sudah merasa nyaman, akan kami tutup total," ujarnya.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penutupan akses menuju arah Palangka Raya maupun sebaliknya.
"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan kepada masyarakat atas penutupan Jalan Tjilik Riwut di sekitar runway Bandara H Asan Sampit," katanya.
Ia menegaskan penutupan jalan tersebut bukan kebijakan yang muncul secara tiba-tiba. Langkah tersebut merupakan bagian dari master plan pengembangan Bandara H Asan Sampit dan masterplan pengembangan Kota Sampit yang telah dirancang secara berkelanjutan.
"Jadi perlu dipahami ini adalah dalam rangka kita melakukan pembangunan berkelanjutan, yang mana rencana ini bukan rencana pada tahun ini juga, tapi ini adalah menjalankan master plan yang sudah berjalan sejak lama," jelasnya.
Saat ini, pembangunan pagar pengamanan kawasan bandara juga tengah berjalan. Pemerintah daerah mendapatkan alokasi anggaran dari APBN pada 2026 untuk pembangunan pagar tersebut.
Raihansyah mengatakan pemotongan atau cutting aspal jalan dijadwalkan dilakukan pada Senin, 12 Oktober 2026, sebagai bagian dari pekerjaan pembangunan pondasi pagar. Pekerjaan tersebut harus diselesaikan sesuai kontrak yang telah disepakati dengan Kementerian Perhubungan dan pihak bandara.
"Karena kami juga mengejar pembangunan pagar yang ada di bandara ini, mereka sudah berkontrak. Jadi berkontrak sampai dengan bulan November," ujarnya.
Ia berharap pengembangan tersebut dapat dilanjutkan dengan perpanjangan runway Bandara H Asan Sampit pada tahun berikutnya. Pengembangan runway juga berkaitan dengan aspek keselamatan penerbangan, termasuk penanganan obstacle dan penyediaan Runway End Safety Area (RESA).
"Jadi RESA itu adalah untuk keamanan pada saat bandara take off dan juga landing-nya. Sehingga kalau ini sudah kita perpanjang, kita sudah amankan, ini insya Allah kedepannya bandara ini akan lebih maju dan ini multiplier effect-nya luar biasa terhadap perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur," tambahnya.
Sebagai jalur pengalihan, pemerintah menyiapkan Jalan Jaksa Agung R Soeprapto. Ia menyebut sejumlah titik di ruas tersebut telah diperbaiki untuk mendukung mobilitas masyarakat.
"Dan kita lihat Jalan Jaksa sudah dilakukan perbaikan-perbaikan. Tinggal pengaspalan sekitar 800 meter yang di ujung tikungan, dan ini akan dilakukan pada tahun ini juga," ungkapnya.
Dishub juga menyiapkan rambu-rambu lalu lintas di jalur tersebut. Sementara untuk penerangan jalan, perencanaan pembangunan PJU dari Jalan Jaksa hingga Simpang Lingkar Utara telah diselesaikan.
"Jadi perencanaan sudah, tinggal eksekusi pelaksanaan fisik di tahun 2027 dan itu sudah kami masukkan usulan, usulan untuk pembangunan PJU di sepanjang Jalan Jaksa," jelasnya.
Selain infrastruktur, dirinya melihat mulai muncul aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang Jalan Jaksa. Sejumlah warung kecil mulai bermunculan seiring meningkatnya aktivitas kendaraan akibat pengalihan arus.
"Selama kami sosialisasi untuk penutupan ini, alhamdulillah Jalan Jaksa ini sudah mulai berbenah. Mulai bermunculan warung-warung kecil yang ada di sepanjang Jalan Jaksa yang dulunya memang belum berfungsi," ujarnya.
Meski demikian, Raihansyah mengingatkan masyarakat yang melintas agar meningkatkan kewaspadaan karena rambu pengalihan belum seluruhnya terpasang. Petugas Dishub tetap ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu mengarahkan pengguna jalan.
"Dan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam jalan. Dan ini murni adalah untuk pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur jangka panjang dan secara berkelanjutan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/J)









