PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang memicu kabut asap pekat mulai memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Kalimantan Tengah.

Dosen Ilmu Pertanian, Universitas Kristen Palangka Raya, Rawing Rambang, mengatakan dampak kabut asap tidak bisa hanya dilihat dari sisi lingkungan. Aktivitas masyarakat yang terganggu juga berimbas langsung terhadap perputaran ekonomi.

"Aktivitas ekonomi itu jauh menurun sampai 40-60 persen," kata Rawing kepada Borneonews pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut Pengamat Ekonomi Bidang Perkebunan Provinsi Kalteng ini, masyarakat cenderung mengurangi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Kondisi tersebut secara tidak langsung menjadi pembatas aktivitas ekonomi, meskipun tidak selalu disertai larangan resmi untuk beraktivitas.

"Kemudian memang sementara ini larangan beraktivitas di luar itu memang ada. Artinya walaupun secara tidak resmi, tapi memang padahal masyarakat tidak beraktivitas di luar. Karena kabut asap ini luar biasa," ujarnya lagi.

Berbagai kegiatan masyarakat yang bergantung pada mobilitas ikut terdampak. Penurunan aktivitas tersebut juga berpotensi mengganggu distribusi barang dan jasa, termasuk proses pengiriman komoditas dari produsen menuju pasar.

Rawing menegaskan, dampak karhutla tidak berhenti pada persoalan ekonomi. Interaksi sosial masyarakat juga ikut terganggu karena masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan kabut asap.

"Jadi ini tidak hanya berdampak kepada ekonomi. Sosial juga sangat berpengaruh dalam artian interaksi dengan orang lain terganggu," kata Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng itu lagi.

Di sisi lain, gangguan aktivitas dan distribusi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap harga barang apabila berlangsung dalam waktu panjang. Karena itu, menurut Rawing, pemerintah perlu menjaga kelancaran pasokan dan distribusi komoditas agar dampak karhutla tidak semakin meluas terhadap perekonomian daerah. (TESTI PRISCILLA/y)