SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya menjadi ajang perlombaan keagamaan. Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Mentaya Hulu itu juga menjadi momentum memperkenalkan potensi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

"Pelaksanaan MTQ bukan hanya menjadi ajang yang memperlombakan seni-seni islami, tetapi telah menjadi momentum yang tepat untuk mempromosikan daerah kecamatan yang menjadi tuan rumah," kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Kamis, 8 Oktober 2026.

Mentaya Hulu sebagai tuan rumah berhasil memanfaatkan penyelenggaraan MTQ untuk memperkenalkan daerah kepada masyarakat dari 16 kecamatan yang datang membawa kafilah masing-masing.

"Karena Kecamatan Mentaya Hulu telah berhasil memikat seluruh kafilah yang datang untuk berlomba dan juga bagi mereka yang menyaksikan kegiatan MTQ ini," ujarnya.

Ratusan peserta, pendamping, official, dewan hakim, panitia serta masyarakat dari berbagai kecamatan hadir selama rangkaian kegiatan berlangsung. Kehadiran mereka tidak hanya memeriahkan kegiatan keagamaan, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat tuan rumah.

Irawati menilai penyelenggaraan MTQ ke-57 di Mentaya Hulu memberikan pengalaman tersendiri. Meski dilaksanakan dengan konsep sederhana, kegiatan tersebut dinilai memiliki makna yang mendalam serta mendapat sambutan antusias masyarakat.

"Sudah tentu, kesemuanya ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh masyarakat Kecamatan Mentaya Hulu, yang telah mengupayakan penyelenggaraan MTQ ini dengan sangat baik, profesional, sistematis, elegan dan kharismatis serta didukung keramah-tamahan masyarakatnya dalam menyambut para tamu dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur," imbuhnya. 

MTQ juga memberikan manfaat yang lebih luas karena menjadi ruang pertemuan masyarakat antarkecamatan. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan daerah tuan rumah untuk memperkenalkan potensi, budaya, keramahan masyarakat hingga berbagai produk lokal kepada para tamu yang datang.

Selain itu, Irawati menegaskan bahwa tujuan utama MTQ tetap pembinaan generasi yang mencintai dan memahami Al-Qur'an. Ia meminta LPTQ dan LASQI Kotim terus melakukan pembinaan setelah pelaksanaan MTQ berakhir, terutama bagi peserta yang akan mewakili Kotim pada ajang tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

"Meski kegiatan ini telah berakhir, hendaknya pembinaan disemua cabang yang diperlombakan agar terus ditingkatkan secara berkesinambungan," katanya.

Irawati juga meminta para peserta yang berhasil meraih juara tidak berhenti berlatih. Prestasi di tingkat kabupaten diharapkan menjadi modal untuk menghadapi MTQ dan FSQ tingkat provinsi.

Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Irawati mengingatkan agar tetap menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan dan peningkatan kemampuan.

"Bagi yang sudah dinyatakan sebagai pemenang saya harapkan jangan berpuas diri tapi lakukan langkah-langkah peningkatan kemampuan dan terus berlatih mempersiapkan diri untuk event MTQ dan FSQ tingkat provinsi nanti dengan harapan membawa hasil terbaik bagi Kabupaten Kotawaringin Timur," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum MTQ ke-57 sekaligus Camat Mentaya Hulu Edison mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dilalui bersama dengan berbagai pengalaman yang diperoleh peserta maupun panitia.

"Ada yang menang. Ada yang belum beruntung. Ada yang membawa pulang piala. Ada yang membawa pulang pengalaman. Dan mungkin ada juga yang pulang membawa oleh-oleh," kata Edison.

Ia menegaskan bahwa MTQ tidak semata-mata diukur dari perolehan piala. Menurutnya, setiap peserta yang datang dengan niat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an telah memperoleh nilai yang jauh lebih besar.

"Namun sesungguhnya, tidak ada yang kalah dan menang dalam MTQ ini. Karena siapa pun yang datang dengan niat membaca, mempelajari, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an, sesungguhnya telah membawa pulang kemenangan yang jauh lebih besar," ujarnya.

Edison menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kotim, LPTQ dan LASQI, panitia, relawan, tenaga kesehatan, petugas keamanan, perangkat desa dan kelurahan, pemuda serta seluruh masyarakat Mentaya Hulu yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap, pengalaman menjadi tuan rumah MTQ ke-57 dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

"Apa yang sudah baik, mari kita pertahankan. Apa yang masih kurang, mari kita perbaiki. Apa yang belum sempurna, mari kita sempurnakan pada pelaksanaan berikutnya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)