PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) membagikan 227 paket bantuan berupa masker dan vitamin kepada masyarakat di persimpangan Palangka Raya–Banjarmasin, Jumat, 9 Oktober 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga di tengah kabut asap yang telah melanda wilayah tersebut selama lebih dari tiga bulan.

Aksi sosial ini digerakkan oleh 13 mahasiswa magang, terdiri dari 12 mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR serta satu mahasiswa Teknik Informatika (TI), dengan dukungan bantuan masker dari organisasi lingkungan.

Sebanyak 227 paket bantuan disalurkan kepada para pengguna jalan, terdiri dari 170 paket untuk orang dewasa dan 57 paket untuk anak-anak, yang berisi masker dan vitamin penunjang daya tahan tubuh.

"Satu paket isinya dua masker dan vitamin, untuk orang dewasa ada 170 paket dan anak anak 57 paket," tutur salah seorang mahasiswa, Tata.

Anggota tim, M. Fauzan Adzim, mengatakan aksi pembagian masker dan vitamin tersebut dilatarbelakangi kondisi kualitas udara di Palangka Raya yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

"Indeks partikulat (PM2.5) di Palangka Raya saat ini sudah sangat tinggi. Melalui pembagian ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih peduli dan ingat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," ujar Fauzan.

Menurutnya, pembagian masker menjadi salah satu upaya untuk mengingatkan masyarakat agar memperhatikan penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama bagi kelompok yang menjadi perhatian dalam kondisi kabut asap.

Aksi tersebut mendapat dukungan dari Kelurahan Kereng Bengkirai dan Puskesmas Kereng Bengkirai. Lurah Kereng Bengkirai, Fitriyaturrahman, hadir mendampingi kegiatan di lapangan dan mengapresiasi keterlibatan mahasiswa, komunitas pemuda, serta relawan dalam membantu masyarakat.

Kepala Puskesmas Kereng Bengkirai, Derma bersama tim turut hadir mendampingi kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menekan risiko lonjakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Palangka Raya, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Kereng Bengkirai.

"Kami dari pihak Kelurahan Kereng Bengkirai sangat mendukung dan mengapresiasi langkah nyata adik-adik mahasiswa FISIP UPR. Di tengah kondisi kabut asap yang sudah bertahan lebih dari tiga bulan ini, aksi pembagian masker dan vitamin sangat membantu warga kami, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia," kata Fitriyaturrahman.

Ia menilai sinergi antara kalangan akademisi, komunitas pemuda, dan pemerintah kelurahan diperlukan dalam menyikapi situasi kualitas udara saat ini.

Fitriyaturrahman berharap aksi sosial tersebut dapat mendorong kepedulian yang lebih luas terhadap kondisi masyarakat di tengah kabut asap, sekaligus berharap hujan segera turun agar kabut asap di Palangka Raya cepat berakhir. (HERMAWAN DP/R)