JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) membuka peluang riset bersama dan pertukaran akademik dengan Davao Central College, Filipina, melalui kerja sama yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) di Davao, Filipina.

Dekan Fakultas Bahasa, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi UMPR, Dr Ade S Permadi MPd, mengatakan kerja sama itu diharapkan tidak berhenti pada dokumen kelembagaan.

“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen kelembagaan, tetapi awal dari sebuah kolaborasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi,” katanya, Jumat, 9 Oktober 2026.

MoU dilakukan pada tingkat universitas, sedangkan MoA melibatkan FBIT UMPR. Sementara IA diterapkan pada Program Studi S1 Pendidikan Biologi.

Kerja sama itu juga melibatkan School President Davao Central College Dr Ruben L Dela Cruz serta unsur pimpinan dan akademisi UMPR.

Menurut Ade, kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan pendidikan, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat hingga peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Bidang biodiversitas, konservasi, lingkungan dan keberlanjutan menjadi salah satu fokus yang dinilai potensial untuk dikembangkan.

Indonesia dan Filipina sama-sama memiliki kekayaan biodiversitas sekaligus menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang dapat dijadikan objek penelitian dan pembelajaran bersama.

Ketua Program Studi S1 Pendidikan Biologi FBIT UMPR, Dr Fathul Zannah MPd, mengatakan IA menjadi langkah untuk membawa kerja sama tersebut langsung ke tingkat dosen dan mahasiswa.

“Implementation Agreement ini menjadi langkah konkret bagi Program Studi Pendidikan Biologi untuk membangun kolaborasi internasional yang dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa dan dosen,” katanya.

Program yang berpeluang dikembangkan antara lain pembelajaran kolaboratif, penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, kegiatan mahasiswa dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama tersebut juga diharapkan memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus mendorong pengembangan inovasi pendidikan yang berkaitan dengan biodiversitas dan keberlanjutan di kawasan Asia Tenggara.

ANTARA