PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Jakarta – Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam program riset sosial humaniora Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan dukungan pendanaan hingga Rp250 juta untuk setiap tim terpilih.

Program bertajuk Ruang Uji Pemikiran Alternatif (RUPA) Future Society 2026 tersebut akan memilih 10 tim untuk melakukan kajian di 10 provinsi, termasuk Kalimantan Timur.

Koordinator Tim RUPA Future Society sekaligus Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Ali Yansyah Abdurrahim, mengatakan riset diarahkan untuk melihat perubahan masyarakat Indonesia menuju 2045.

“Kajian ini sebetulnya ingin melihat bagaimana perubahan masyarakat Indonesia menuju 2045 melalui ilmu humaniora, kemudian ilmu sosial, big data, citizen social science, dan strategic foresight,” katanya dalam sosialisasi daring, Jumat, 9 Oktober 2026.

Setiap tim yang lolos dapat memperoleh pendanaan hingga Rp250 juta untuk masa kerja delapan bulan pada tahun pertama.

“Setiap tim terpilih dapat didanai sampai dengan Rp250 juta untuk delapan bulan pelaksanaan,” ujarnya.

Selain Kalimantan Timur, lokus penelitian mencakup Aceh, Lampung, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

Program tersebut terbuka bagi tim beranggotakan tiga hingga delapan orang.

Setiap tim wajib melibatkan minimal satu periset yang berafiliasi dengan Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora BRIN.

Keanggotaan juga didorong melibatkan akademisi perguruan tinggi, pemerintah daerah hingga organisasi masyarakat sipil di wilayah kajian.

Ketua tim minimal berpendidikan S2 dengan rekam jejak riset relevan, sedangkan anggota minimal berpendidikan S1. Seluruh anggota juga diwajibkan memiliki asuransi kesehatan aktif.

Pendaftaran dan pengunggahan proposal dibuka hingga 15 Oktober 2026.

Setelah seleksi administrasi dan substansi, pengumuman proposal terpilih dijadwalkan pada 30 Oktober 2026.

ANTARA