SAMPIT –

‎BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau para pembudidaya ikan agar menyesuaikan pola pemeliharaan selama musim kemarau, terutama dalam mengatur pemberian pakan dan jumlah ikan yang ditebar. Langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas air kolam ketika ketersediaan air mulai terbatas.
‎
‎Kepala Dinas Perikanan Kotim Marjuki melalui Jabatan Fungsional Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Muda, Fahrul Jainal Ilmi, mengatakan kondisi kemarau perlu disikapi dengan pengelolaan budidaya yang lebih terukur agar kegiatan pembesaran ikan tetap berjalan.
‎
‎“Pada kondisi air yang terbatas, yang terpenting adalah menjaga kualitas air dengan menyesuaikan pemberian pakan dan kepadatan ikan. Dengan pengelolaan yang baik, budidaya tetap dapat berjalan,” ujarnya, Jumat,9 Oktober 2026.
‎
‎Menurut Fahrul, salah satu langkah yang dapat dilakukan pembudidaya ketika debit air kolam menurun adalah mengurangi pemberian pakan. Sebab, sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam dapat meningkatkan kadar amonia dan berdampak buruk terhadap kualitas air.
‎
‎“Salah satunya dengan mengurangi pemberian pakan. Karena apabila ada sisa pakan, itu akan menyebabkan tingginya kadar amonia di dasar kolam,” jelasnya.
‎
‎Selain mengatur pakan, pembudidaya juga perlu menyesuaikan kepadatan ikan dengan ketersediaan air. Jumlah bibit yang ditebar sebaiknya dikurangi apabila debit air tidak mencukupi untuk mendukung kebutuhan ikan selama masa pemeliharaan.
‎
‎Fahrul menegaskan, kondisi kemarau tidak serta-merta membuat kegiatan budidaya ikan harus dihentikan. Pembudidaya tetap dapat menjalankan usahanya dengan menyesuaikan jumlah ikan dan volume air yang tersedia di kolam.
‎
‎“Budidaya tetap bisa dilakukan, tetapi jumlah bibit yang ditebar dikurangi dan disesuaikan dengan debit air yang ada di kolam,” katanya.
‎
‎Di sisi lain, terkait harapan pembudidaya agar pemerintah membantu menyediakan sumber air alternatif melalui pembangunan sumur bor, Fahrul menyebut pihaknya telah menerima usulan tersebut.
‎
‎Namun, realisasi bantuan pembangunan sumur bor akan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia.
‎
‎“Usulan pembudidaya terkait sumur bor tersebut kami terima. Namun, untuk pengadaannya akan kami sesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” pungkasnya. (DEVI/y)