PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Mahdatul Khairiyah, memperkenalkan gagasan edukasi kebencanaan berbasis Virtual Reality dalam kegiatan internasional di Davao Central College, Filipina.

Mahasiswa semester tiga itu tampil sebagai narasumber dalam kegiatan International Community Service dengan membawakan inovasi bertajuk Empowering Elementary School Communities through Virtual Reality-Based Flood Disaster Education.

Ketua Program Studi PGSD UMPR, Nurun Ni’mah MPd, mengatakan gagasan tersebut dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar memahami kesiapsiagaan menghadapi banjir melalui pembelajaran yang lebih interaktif.

“Inovasi ini bertajuk ‘Empowering Elementary School Communities through Virtual Reality-Based Flood Disaster Education’ atau pemberdayaan komunitas sekolah dasar melalui edukasi bencana banjir berbasis teknologi Virtual Reality,” katanya, Jumat, 9 Oktober 2026.

Pemanfaatan VR dinilai dapat menjadi alternatif pembelajaran kebencanaan karena siswa dapat memperoleh pengalaman visual yang lebih nyata dibandingkan metode konvensional.

Melalui pendekatan tersebut, materi mengenai risiko banjir, kesiapsiagaan dan tindakan saat bencana diharapkan lebih mudah dipahami siswa.

Keikutsertaan Mahdatul juga menjadi pengalaman pertamanya mempresentasikan gagasan pendidikan dalam forum internasional.

Selain memperkenalkan inovasi, kegiatan tersebut memberinya kesempatan berdiskusi dan bertukar wawasan dengan mahasiswa serta dosen Davao Central College.

Mahdatul mengatakan pengalaman tersebut membantu meningkatkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri dan kompetensi akademiknya sebagai calon guru sekolah dasar.

“Partisipasi ini menjadi salah satu pengalaman penting bagi mahasiswa dalam memperluas wawasan global dan memperkenalkan gagasan inovasi pendidikan Indonesia di lingkungan akademik internasional,” katanya.

UMPR berharap keterlibatan mahasiswa di forum internasional dapat terus diperluas agar mereka memiliki lebih banyak ruang untuk mengembangkan inovasi pendidikan dan jejaring akademik sejak masih kuliah.

ANTARA