PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah didorong lebih aktif melindungi merek, karya, dan inovasi agar memiliki kepastian hukum sekaligus nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Kanwil Kementerian Hukum Kalimantan Tengah dengan Bank Indonesia dalam pengembangan kekayaan intelektual daerah.

Kepala Kanwil Kemenkum Kalteng, Hajrianor, mengatakan potensi lokal perlu dibarengi dengan pelindungan hukum agar dapat berkembang dan memberi manfaat ekonomi.

“Potensi lokal perlu didukung dengan pelindungan hukum yang tepat agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi,” katanya di Palangka Raya, Jumat, 9 Oktober 2026.

Menurutnya, pelindungan kekayaan intelektual tidak hanya berkaitan dengan pencatatan atau pendaftaran.

Masyarakat dan pelaku usaha juga perlu memahami bagaimana hak atas merek, karya, maupun inovasi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai produk.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kalteng, Joko Martanto, mengatakan masih banyak potensi kekayaan intelektual daerah yang perlu digali dan dikembangkan.

Ia menilai pendampingan terhadap UMKM dan pelaku ekonomi kreatif penting agar identitas produk tidak hanya dikenal, tetapi juga terlindungi.

“Pelindungan KI bukan sekadar persoalan pencatatan atau pendaftaran, tetapi juga bagaimana karya, inovasi, dan produk unggulan masyarakat memiliki kepastian pelindungan serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing,” ujarnya.

Kolaborasi dengan BI diarahkan untuk memperluas edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha.

Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, mengatakan kekayaan intelektual memiliki kaitan dengan penguatan identitas serta daya saing produk lokal.

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga perlu diterjemahkan ke dalam program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Dengan pelindungan yang lebih baik, produk dan karya asal Kalimantan Tengah diharapkan memiliki posisi lebih kuat ketika dipasarkan dan dikembangkan secara komersial.