PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan sepanjang Oktober 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya OJK memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman sebelum menggunakan berbagai produk keuangan.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febrian Aziz, mengatakan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan akan melibatkan berbagai pihak. Di antaranya lembaga jasa keuangan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta pemerintah kabupaten dan kota.

Menurutnya, penguatan literasi menjadi penting di tengah perkembangan industri jasa keuangan yang semakin beragam. Masyarakat kini tidak hanya berhadapan dengan layanan perbankan, tetapi juga pembiayaan, pinjaman daring hingga pasar modal.

“Tahun ini, kegiatan Bulan Literasi turut mengangkat tema pasar modal seiring momentum World Investor Week, serta kampanye nasional terkait peningkatan akses dana pensiun bagi masyarakat,” ucap Primandanu kepada Borneonews pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, perkembangan industri jasa keuangan terus dipantau OJK melalui sejumlah indikator, mulai dari aset, kredit, DPK, transaksi hingga jumlah investor.

Pertumbuhan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas industri, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat melalui akses terhadap layanan keuangan yang semakin terbuka.

Karena itu, OJK Kalteng akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri jasa keuangan. Edukasi dinilai menjadi salah satu kunci agar peningkatan inklusi keuangan diikuti kemampuan masyarakat dalam memilih dan memanfaatkan produk keuangan secara tepat. (TESTI PRISCILLA/j)