BORNEONEWS, Jakarta – Calvin Verdonk tak punya banyak waktu menikmati keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Bek kiri berusia 29 tahun itu langsung mengalihkan fokus ke Lille yang sudah ditunggu dua pertandingan penting dalam waktu berdekatan.
Indonesia memastikan gelar juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 pada final, Senin, 5 Oktober 2026. Hasil itu mengakhiri penantian panjang tim senior Indonesia untuk meraih gelar.
“Tidak banyak waktu untuk merayakan kemenangan dengan layak, tetapi kami tetap merayakannya bersama tim. Namun, setelah pertandingan melawan Thailand, fokus saya langsung beralih ke pertandingan berikutnya pada Sabtu,” kata Verdonk, dikutip dari Instagram resmi Lille.
Lille dijadwalkan menghadapi Le Havre di Liga Prancis pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Empat hari kemudian, Lille harus bertandang ke markas Arsenal dalam lanjutan Liga Champions.
Dua laga tersebut menjadi kesempatan bagi Verdonk untuk kembali menambah menit bermain bersama klubnya.
Sejauh musim ini, pemain Timnas Indonesia tersebut baru tampil tiga kali di Ligue 1, dua di antaranya sebagai starter.
Verdonk juga mengungkapkan dirinya berusaha menjaga ritme waktu Eropa selama menjalani agenda bersama Timnas Indonesia.
“Ya, ketika berada di Indonesia, terkadang saya berusaha mengikuti waktu Eropa. Dalam perjalanan pulang menggunakan pesawat, saya juga berusaha menjaga ritme waktu Eropa. Jadi, ketika sudah malam, saya mencoba tidur di pesawat,” ujarnya.
Ia menilai dukungan klub juga membantunya menjalani proses pemulihan setelah perjalanan panjang dari Indonesia.
“Ketika tiba di klub ini, semuanya terorganisasi dengan baik dan mereka banyak membantu saya dalam proses pemulihan,” tambah Verdonk.
Lille saat ini berada di papan atas klasemen Liga Prancis dan berupaya menjaga persaingan sebelum kembali mengalihkan perhatian ke Liga Champions.
Bagi Verdonk, rangkaian pertandingan tersebut menjadi ujian berikutnya setelah memainkan peran penting dalam perjalanan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
ANTARA









