SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kemunculan percikan api akibat dugaan korsleting listrik di Puskesmas Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat pasien dan petugas medis panik dan bergegas keluar dari gedung, Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. 

Kepanikan tersebut terekaman video yang memperlihatkan proses evakuasi pasien di tengah situasi darurat. Sejumlah pasien yang masih menjalani perawatan, termasuk yang menggunakan infus, dibawa keluar gedung. Ada pula pasien yang dievakuasi menggunakan kursi roda hingga ranjang perawatan.

Di saat pasien dipindahkan ke tempat aman, beberapa orang tampak berupaya mengendalikan percikan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di puskesmas.

Camat Cempaga Agustiawany membenarkan kejadian tersebut terjafi di Puskesmas Cempaka Mulia. Ia menduga gangguan listrik terjadi pada bagian meteran, meski penyebab pasti korsleting masih belum diketahui.

"Memang telah terjadi Konslet listrik di rumah meteran, penyebab belum diketahui, sudah bisa di atasi. 7 tabung apar memang telah disiapkan, sistem penanganan darurat di Puskesmas berfungsi dengan baik," kata Agustiawany, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cempaka Mulia M Saifudin Anshari memastikan, percikan api berhasil dipadamkan menggunakan APAR milik puskesmas. Setelah api terkendali, petugas PLN mendatangi lokasi untuk menangani gangguan pada jaringan listrik.

"Benar, percikan api sudah berhasil diatasi menggunakan APAR milik puskesmas. Sekarang tim dari PLN sudah berada di lokasi untuk memperbaiki jaringan yang korslet," ujarnya.

Saifudin memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Pasien yang sempat dibawa keluar gedung juga telah kembali ke ruang perawatan setelah situasi dinyatakan aman.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, baik dari petugas maupun pasien. Walaupun sempat dievakuasi ke luar gedung, saat ini seluruh pasien sudah kembali ke ruang perawatan dan pelayanan berjalan normal kembali," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)