SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyoroti kendaraan angkutan berat yang melintasi Jalan HM Arsyad, ruas Sampit-Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ia mengingatkan kendaraan dengan muatan 20 hingga 30 ton berpotensi merusak jalan provinsi tersebut yang memiliki kapasitas terbatas.

"Tapi jalan ini kalau dilewati truk kayak begini, ini terlalu besar. Ini tidak boleh yang kayak begini," kata Agustiar Sabran, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Hal itu ia sampaikan saat meninjau Jalan HM Arsyad Sampit-Samuda didampingi Wakil Bupati Kotim Irawati. 

Ia menjelaskan, jalan tersebut dibangun untuk menahan beban kendaraan dengan tonase sekitar 8 ton. Kendaraan berbobot hingga 10 ton dinilai masih dapat ditoleransi, tetapi angkutan dengan tonase 20 hingga 25 ton berisiko mempercepat kerusakan jalan.

"Jalan ini kapasitasnya cuma 8 ton. Kalau 10 ton itu masih bisa. Tapi kalau sudah 20 ton, 25 ton itu tidak bisa. Nanti akan kita pantau ke depannya," ujarnya.

Agustiar menyebut Jalan HM Arsyad merupakan jalan berstatus provinsi yang menghubungkan Sampit hingga Kabupaten Seruyan. Secara umum, kondisi jalan tersebut dinilainya sudah mantap, tetapi kendaraan dengan muatan berlebih dapat mengurangi kualitas dan memperpendek usia jalan.

"Kalau jalan ini mantap 99 persen. Tetapi kalau dilewati mobil tonase 25 ton, 30 ton ya akan rusak," tegasnya.

Ia meminta pemerintah daerah turut menjaga kondisi jalan dengan memperhatikan aktivitas kendaraan angkutan berat yang melintas. Pengawasan dinilai penting agar infrastruktur yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

"Jadi kami minta juga pada pemerintah daerah untuk saling menjaga," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kotim Irawati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalteng atas perbaikan jalan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kotim, mulai dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Selatan, hingga Teluk Sampit.

"Saya mewakili Bapak Bupati dalam hal ini mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur selaku pimpinan di Provinsi Kalimantan Tengah atas perbaikan jalan yang dilakukan," ujar Irawati. 

Menurutnya, kondisi jalan yang lebih baik dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membantu menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang sebelumnya dipicu kondisi jalan yang tidak layak. Salah satunya kecelakaan tunggal yang dialami salah seorang staf kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Irawati juga menilai perbaikan Jalan HM Arsyad memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ruas tersebut terhubung dengan kawasan Pelindo yang menjadi salah satu jalur pengangkutan barang dari Sampit.

"Alhamdulillah tentunya (menunjang ekonomi). Karena memang tadi sempat kita tahu itu jalan ini ada juga tadi tembus ke Pelindo yang tentunya mengangkut barang juga dari Sampit," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)