BORNEONEWS, Sampit - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan 10 petinju untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat pada November mendatang.
"Untuk atlet-atlet ini tentu latihannya rutin. Cuman ada sisi-sisi di mana kami bisa menggunakan tempat terbuka seperti ini. Olahraga individual ini intinya kalau rutin latihan pasti berhasil," ujar Pelatih Pertina Kotim Witelmus, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ia mengatakan, program latihan meliputi peningkatan teknik bertinju dan kebugaran fisik. Para atlet menjalani latihan terjadwal sebanyak enam sesi dalam sepekan, ditambah latihan mandiri sesuai waktu luang masing-masing.
Pola latihan tersebut disesuaikan dengan kesibukan atlet. Sebagian masih menempuh pendidikan, sedangkan lainnya sudah bekerja sehingga perlu mengatur waktu agar persiapan tetap berjalan optimal.
Dari total 10 atlet yang disiapkan, tiga diantaranya merupakan petinju putri. Witelmus berharap para atlet tidak hanya mampu meraih medali, tetapi juga menunjukkan perkembangan kemampuan dan bersaing hingga babak akhir pertandingan.
"Kalau saya, optimis saja. Sementara ini kita fokus dua emas saja. Kalau lebih daripada itu, ya syukur," katanya.
Untuk memperkuat kesiapan, Pertina Kotim juga mengikutsertakan atlet dalam uji coba dan pertandingan di luar daerah, seperti di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus membiasakan atlet menghadapi lawan dengan karakter dan teknik berbeda.
Sementara itu, Valensia Magdalena yang merupakan salah satu atlet Pertina mengaku telah menekuni olahraga tinju sejak awal 2025 karena tertarik mengembangkan hobi sekaligus mengejar prestasi.
Pelajar yang masih duduk di bangku kelas XI SMA Negeri 3 Sampit tersebut menjalani latihan secara rutin menjelang Porprov. Ia berupaya menyeimbangkan persiapan olahraga dengan kegiatan sekolah agar keduanya dapat berjalan beriringan.
"Yang pastinya kami pasti menargetkan medali emas. Sejauh ini persiapannya rutin latihan saja, pagi dan sore. Tidak menganggu sekolah, karena kan latihannya di hari libur," bebernya.
Ketua Pertina Kotim Supriyadi Elias berharap dukungan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kotim agar para petinju dapat menjalani persiapan hingga hari pertandingan.
Ia mengakui fasilitas latihan yang tersedia masih sederhana. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat pengurus dan atlet untuk terus berlatih demi membawa nama daerah.
"Walaupun kami belum mendapatkan tempat yang benar-benar diberikan oleh pemerintah daerah, kami ada tempat yang sederhana. Tapi yang penting semangat kami, tetap semangat olahraga," ucapnya.
Supriyadi berharap kontingen tinju Kotim mampu kembali menyumbangkan medali pada Porprov Kalteng 2026. Ia ingin prestasi yang pernah diraih pada ajang sebelumnya dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan melalui persiapan yang lebih matang. (DEWI PATMALASARI/y)









