BORNEONEWS, Palangka Raya – Perubahan iklim global menjadi tantangan serius bagi ketersediaan dan pengelolaan sumber daya air di daerah. Ketua Komisi I DPRD Palangka Raya, Mukarramah, mengingatkan perlunya langkah antisipatif agar perubahan pola cuaca tidak berdampak pada pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Menurut Mukarramah, perubahan iklim dapat memengaruhi pola curah hujan, meningkatkan risiko kekeringan pada periode tertentu, sekaligus memicu persoalan lain dalam pengelolaan air. Kondisi ini perlu diantisipasi melalui perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
"Ketersediaan air tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, lingkungan, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi," katanya, Minggu, 11 Oktober 2026.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat pemantauan kondisi sumber air serta memastikan sistem penyediaan dan distribusi air mampu menghadapi perubahan kondisi iklim.
Mukarramah juga menekankan pentingnya menjaga kawasan resapan air dan lingkungan sekitar sumber air. Kerusakan lingkungan dapat memperburuk dampak perubahan iklim, terutama ketika curah hujan tidak menentu dan kemampuan tanah menyerap air semakin berkurang.
"Selain upaya pemerintah, kesadaran masyarakat dalam menggunakan air secara bijak perlu terus ditingkatkan. Penghematan air dan perlindungan lingkungan harus menjadi bagian dari kebiasaan bersama, bukan hanya dilakukan ketika terjadi kekurangan air," tambahnya.
Ia berharap instansi terkait menyusun langkah konkret untuk mengantisipasi risiko perubahan iklim terhadap sumber daya air, termasuk melalui koordinasi lintas sektor dan penguatan infrastruktur pendukung.
Mukarramah menegaskan, pengelolaan air harus dilakukan dengan orientasi jangka panjang agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah perubahan kondisi lingkungan.
Menurutnya, antisipasi sejak dini menjadi penting agar pemerintah daerah tidak hanya bergerak ketika persoalan air sudah terjadi, tetapi mampu menyiapkan langkah pencegahan yang terukur dan berkelanjutan. (MARINI/H)









