BORNEONEWS, Lombok Tengah - Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team Maximo Quiles menegaskan tetap mempertahankan mentalitas kompetitif dengan fokus menyelesaikan seluruh rangkaian musim hingga seri terakhir di Valencia, Spanyol, meski sudah menjadi juara dunia Moto3 2026.
Pembalap Spanyol tersebut menyatakan keberhasilan menjadi juara dunia tidak mengubah fokusnya sehingga tetap ingin memberikan kemampuan terbaik dalam setiap balapan, termasuk menghadapi tekanan dari para pesaingnya.
"Benar, saya juga sempat gugup saat balapan penentu gelar tadi namun perasaan gugup selalu bagus untuk dimiliki agar terus mencapai fokus," kata Quiles setelah ditetapkan sebagai juara dunia Moto3 2026, dalam Grand Prix Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu 11 Oktober 2026.
Dia menjelaskan mengelola tekanan justru menjadi bagian penting yang membantunya meningkatkan kemampuan mental dalam membalap.
Menurut pembalap berusia 18 tahun itu persaingan dengan Brian Uriarte dan Alvaro Carpe yang memperkuat Red Bull KTM Ajo, serta David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP membuat perjalanan menuju gelar juara tidak mudah.
Ketiganya terus menunjukkan peningkatan sehingga dia harus mati-matian mempertahankan keunggulan.
Uriarte mengawali balapan di pole position dengan catatan waktu 1 menit 36,861 detik, sementara Quiles memulai dari posisi keenam dan pembalap andalan Indonesia Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia menempati urutan ketujuh. Quiles membukukan 20 lap dengan waktu 32 menit 36,821 detik.
Balapan diwarnai dengan sejumlah insiden sehingga enam pembalap gagal menyelesaikan finis termasuk Carpe yang bertengger di posisi ketiga klasemen, sedangkan Veda kini di peringkat kedelapan dengan 105 poin atau berselisih 221 dari Quiles.
ANTARA









