PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Menteng, Didik Purwanto mengakui adanya miskomunikasi antara petugas dan pasien dalam kasus keluhan seorang ayah yang membawa bayinya berusia 13 hari untuk kontrol kesehatan. 

Ia menyebut petugas semestinya memberikan penjelasan dan menawarkan alternatif pelayanan agar pasien tetap memperoleh penanganan.

"Memang terjadi miskomunikasi antara petugas dengan pasien. Kami akui ada kekeliruan dalam komunikasi dari kami,” ujar Didik saat dikonfirmasi, Minggu, 11 Oktober 2026.

Didik mengatakan petugas seharusnya tidak langsung menyatakan pelayanan tidak dapat dilakukan tanpa menjelaskan pilihan penanganan yang tersedia.

Komunikasi yang jelas diperlukan agar pasien dan keluarga memahami prosedur serta alternatif pelayanan yang bisa diberikan.

enurutnya, Puskesmas Menteng memiliki ruang tindakan yang dapat digunakan untuk menangani pasien dalam kondisi tertentu.

Fasilitas tersebut dapat menjadi alternatif agar kebutuhan pelayanan pasien tetap diupayakan sesuai kondisi medisnya.

Ia menegaskan, pasien semestinya tetap diupayakan memperoleh pelayanan yang sesuai kebutuhan. Karena itu kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar petugas lebih cermat dalam berkomunikasi dan memberikan informasi kepada masyarakat.

"Kami akan memperbaiki kualitas komunikasi dan pelayanan kepada pasien. Evaluasi diperlukan agar setiap kendala pelayanan disertai penjelasan dan solusi yang jelas, sehingga masyarakat tetap memperoleh akses penanganan sesuai kebutuhannya," pungkasnya. (MARINI/R)