BORNEONEWS, Palangka Raya – Akses permodalan masih menjadi tantangan bagi pedagang kecil untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui program Kredit UMKM KEREN berbunga nol persen berupaya membuka peluang pembiayaan yang lebih terjangkau bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mendorong program tersebut menjadi salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pedagang kecil yang membutuhkan tambahan modal usaha.
"Kredit tanpa bunga diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas penghasilan, serta memperkuat perekonomian keluarga. Dengan akses permodalan yang lebih terjangkau, pedagang memiliki peluang untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan daya saing," katanya, Minggu, 11 Oktober 2026.
Namun, program tersebut tidak cukup hanya menawarkan bunga nol persen. Kemudahan persyaratan, proses pengajuan, ketepatan sasaran, dan kepastian akses pembiayaan menjadi faktor penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pedagang yang membutuhkan.
Tantangan akses kredit juga perlu mendapat perhatian, terutama bagi calon penerima yang menghadapi kendala riwayat kredit atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Kata Fairid pihaknya bersama pihak perbankan perlu mencari solusi sesuai ketentuan yang berlaku agar hambatan tersebut dapat ditangani tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
"Dari lorong-lorong Pasar Besar, upaya mendekatkan program permodalan kepada pedagang menjadi penting agar kebijakan pemerintah tidak berhenti pada sosialisasi. Aspirasi pedagang perlu didengar, sementara kendala yang mereka hadapi harus ditindaklanjuti dengan solusi yang konkret," ujar Fairid.
Keberhasilan Kredit UMKM KEREN nantinya kata Fairid dilihat dari seberapa mudah pedagang mengakses pembiayaan, seberapa tepat penerimanya, serta sejauh mana modal tersebut membantu menjaga dan mengembangkan usaha.
Evaluasi berkala juga diperlukan untuk mengetahui kendala pelaksanaan dan memperbaiki program ke depan.
"Bagi pedagang kecil, dukungan permodalan bukan sekadar program pemerintah, melainkan kesempatan untuk mempertahankan usaha, menambah penghasilan, dan membangun masa depan ekonomi keluarga. Karena itu, program kredit berbunga nol persen diharapkan benar-benar menjadi akses pembiayaan yang dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan," jelasnya. (MARINI/R)









