PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau Kagama Kalimantan Tengah, Juni Gultom menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara optimal agar kekayaan daerah dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Juni, Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, potensi tersebut perlu dikelola melalui formulasi dan kebijakan yang tepat agar manfaatnya tidak hanya terlihat dari besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Kerja Daerah pertama Pengda Kagama Kalteng masa bakti 2025–2031 yang dibuka Juni Gultom pada Minggu, 11 Oktober 2026.

"Sebagai provinsi dengan wilayah yang sangat luas dan kekayaan alam yang melimpah, Kalimantan Tengah membutuhkan pendekatan pembangunan yang mampu mengoptimalkan potensi daerah sekaligus menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Provinsi Kalimantan Tengah ini lagi.

Kagama Kalteng, lanjutnya, berkomitmen untuk mengambil bagian dalam merumuskan gagasan, formulasi, hingga rekomendasi kebijakan yang dapat mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara lebih optimal.

Peran tersebut dapat dilakukan dengan menghimpun pemikiran dan keahlian para alumni dari berbagai disiplin ilmu.

Upaya tersebut dinilai penting agar pengelolaan potensi daerah tidak berhenti pada aktivitas pemanfaatan sumber daya, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.

"Selain pengelolaan sumber daya alam, kita juga menyoroti persoalan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah," tuturnya.

Luasnya wilayah Kalimantan Tengah menjadi tantangan tersendiri dalam menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan produksi, dan wilayah permukiman masyarakat.

Konektivitas yang memadai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pemerataan pembangunan. Infrastruktur yang terhubung dengan baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pemanfaatan potensi ekonomi di berbagai wilayah.

"Melalui Rakerda perdana ini, Kagama Kalteng diharapkan dapat merumuskan program kerja yang relevan dengan kebutuhan daerah, termasuk gagasan strategis mengenai pengelolaan sumber daya alam, penguatan infrastruktur, dan peningkatan konektivitas," tambahnya.

Dengan demikian, kontribusi Kagama tidak hanya terbatas pada aktivitas organisasi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pembangunan Kalimantan Tengah yang berdampak langsung bagi masyarakat.(TESTI PRISCILLA)