SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan pengaspalan sejumlah titik di Jalan Jaksa Agung R Soeprapto dilaksanakan pada 2026.

Perbaikan jalan tersebut untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas saat Jalan Tjilik Riwut ditutup demi pengembangan Bandara H Asan Sampit.

"Kami dari Dinas SDABMBKPRKP, sesuai instruksi Bupati, kami saat ini sudah memfungsikan Jalan Jaksa Agung. Kemarin sudah kita lakukan pemeliharaan dengan agregat sepanjang kurang lebih 800 sampai 900 meter. Ini nanti proyeksinya akan kami lanjutkan dengan pengaspalan," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama, Minggu, 11 Oktober 2026.

Mentana menjelaskan, saat ini proses pengadaan barang dan jasa sedang berjalan. Selanjutnya, pelaksanaan pengaspalan menunggu pengesahan APBD Perubahan, dengan target pekerjaan dapat dimulai pada November atau paling lambat akhir tahun ini.

Ia yakin pekerjaan masih bisa direalisasikan sesuai target meskipun waktu pelaksanaan tersisa beberapa bulan. Namun, kepastian dimulainya pekerjaan bergantung pada pengesahan anggaran.

Pengaspalan tidak dilakukan di seluruh ruas jalan, melainkan diprioritaskan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan mendesak.

Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan keterbatasan anggaran daerah.

Selain itu, sebagian ruas Jalan Jaksa Agung masih dalam kondisi baik sehingga belum memerlukan pengaspalan keseluruhan. Penanganan difokuskan pada bagian yang mengalami kerusakan, terutama lokasi yang kerap tergenang air saat hujan.

Pada titik tersebut, petugas telah melakukan penimbunan dan peninggian menggunakan material agregat. Langkah ini menjadi penanganan awal sebelum permukaan jalan dilapisi aspal.

Selain memperbaiki badan jalan, Dinas SDABMBKPRKP Kotim juga akan membenahi drainase untuk mengatasi genangan yang menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.

Pemeliharaan saluran air direncanakan dilakukan dengan membersihkan dan memperlancar aliran, termasuk menggunakan alat berat apabila diperlukan.

"Drainasenya itu kita lakukan pemeliharaan. Mungkin nanti kita turunkan ekskavator atau segala macam untuk mengalirkan airnya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)