SAMPIT –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah dengan menambah dukungan peralatan pemadaman, membangun kanal air, serta memenuhi kebutuhan petugas di lapangan.

Salah satu langkah yang diminta adalah pengerahan alat berat untuk membuat kanal atau saluran air di sekitar lokasi kebakaran di ruas jalan lintas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Segera tempatkan ekskavator ke sana, buat kanal atau saluran air di sekitar lokasi untuk mendukung penanganan kebakaran,” kata Agustiar dalam keterangannya dikutip Senin, 12 Oktober 2026.

Pembuatan kanal tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan sumber air sehingga proses pemadaman dan pembasahan lahan dapat dilakukan lebih efektif.

Permintaan itu disampaikan setelah Agustiar melihat langsung titik api di ruas jalan tersebut dan mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Kotawaringin Barat, akhir pekan tadi.

Dalam rapat, pemerintah daerah turut menyampaikan kebutuhan tambahan berupa drone thermal, masker KN95, sepeda motor roda tiga, dan kacamata pelindung untuk mendukung petugas di lapangan.

Penguatan penanganan di Kotim

Selain itu, Agustiar mengatakan, Pemprov Kalteng juga telah membahas kebutuhan tambahan bersama Wakil Bupati Kotim Irawati, terutama sumur bor, selang dan mesin alkon.

“Kami bincang dengan Bu Ira, Bu Wakil Bupati, sumur bor, selang, alkon. Yang dibutuhkanlah, ini masih kekurangan-kekurangan yang kami bisa bantu,” ujarnya.

Meski karhutla dan kabut asap telah berdampak pada aktivitas masyarakat, Agustiar menilai kondisi saat ini belum perlu ditingkatkan menjadi bencana nasional.

“Belum, ya kan. Ini kan soal kerja pun masih jalan ya. Cuma petani, nelayan memang sangat berdampak, sama buruh sangat berdampak,” katanya.

Menurutnya, fokus pemerintah saat ini tetap pada penguatan penanganan di lapangan dan pemenuhan kebutuhan daerah yang terdampak.

Selain aktivitas ekonomi, dampak kabut asap juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan.

Agustiar menyebut pemerintah terus memantau perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan atas melalui rumah sakit.

Berdasarkan pemantauan, kasus ISPA disebut meningkat sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan tersebut tidak serta-merta seluruhnya disebabkan kabut asap karena kasus ISPA juga cenderung meningkat saat musim pancaroba.

“ISPA kami selalu mengecek rumah sakit. Tapi memang kenaikannya nggak begitu, ada kurang lebih 30 persen sampai 40 persen kenaikan ISPA, daripada hari-hari biasa-biasanya. Karena menyangkut ISPA ini saat musim pancaroba pun tinggi ISPA-nya,” ujarnya.

Pemprov Kalteng terus mendorong penanganan karhutla di daerah melalui dukungan peralatan dan koordinasi lintas instansi agar kebakaran dapat dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat ditekan.