BORNEONEWS, Palangka Raya – Aktivitas bongkar muat dan distribusi logistik di Pelabuhan Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur, tetap berjalan normal di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
Pelabuhan tersebut menangani bongkar muat hingga sekitar 6.000 TEUs per bulan dan menjadi salah satu jalur penting distribusi barang, termasuk kebutuhan pokok untuk wilayah Kotawaringin Timur, Seruyan dan Katingan.
Head Terminal Peti Kemas Bagendang Bumiharjo Akhmad Fajar mengatakan karhutla sejauh ini belum menghambat operasional pelabuhan.
“Alhamdulillah, selama kondisi kebakaran hutan dan lahan ini, aktivitas kita tetap normal, terutama distribusi bahan sembako kepada masyarakat,” ujarnya dikutip Senin, 12 Oktober 2026.
Operasional kapal dan bongkar muat tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi pasang surut air serta prosedur operasional yang berlaku.
Penyesuaian tersebut diperlukan agar aktivitas pelabuhan tetap aman tanpa mengganggu kelancaran distribusi.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran sebelumnya meninjau Pelabuhan Bagendang untuk memastikan aktivitas logistik tetap berjalan di tengah karhutla.
“Berdasarkan penjelasan pihak pengelola, aktivitas di Pelabuhan Bagendang berjalan lancar ya,” kata Agustiar.
Menurutnya, keberadaan pelabuhan memiliki peran penting terhadap pergerakan ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat sehingga operasionalnya perlu terus dijaga.
Kelancaran Pelabuhan Bagendang menjadi penting terutama untuk memastikan pasokan bahan kebutuhan pokok ke sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah tidak terganggu akibat kondisi karhutla.









