BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebanyak 668 lulusan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) diminta tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan pendidikan tinggi harus menjadi bekal untuk menghadapi persoalan nyata di tengah masyarakat.
“Lulusan harus bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Ilmu yang didapatkan selama kuliah harus terus dikembangkan dan menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat,” kata Agustiar di Palangka Raya, Minggu, 11 Oktober 2026.
UMPR mewisuda 668 lulusan dari jenjang magister, sarjana dan diploma dalam dua hari pelaksanaan.
Sebanyak 335 lulusan mengikuti wisuda pada Minggu, sedangkan 333 lainnya dijadwalkan mengikuti wisuda pada Senin, 12 Oktober 2026.
Agustiar juga meminta lulusan tidak cepat berpuas diri setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, kemampuan akademik perlu dibarengi karakter, sikap bijaksana, keberanian mencoba hal baru serta kemampuan menghadapi kegagalan.
“Lulusan perguruan tinggi harus mampu menjaga adab, bersikap bijaksana, dan tidak mudah tersinggung ketika berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMPR Muhamad Yusuf mengatakan lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab intelektual untuk membantu mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial.
“Persoalan sosial harus dipandang sebagai tantangan yang perlu dipahami dan dicarikan solusi, bukan dihindari,” katanya.
Ia juga mendorong lulusan untuk bersikap toleran, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menyesuaikan ilmu yang dimiliki dengan kebutuhan masyarakat.
UMPR saat ini memiliki belasan ribu mahasiswa aktif yang tersebar di lebih dari 40 program studi serta sejumlah kampus di Palangka Raya dan kabupaten di Kalimantan Tengah.
Yusuf berharap para lulusan tetap menjaga hubungan dengan almamater sekaligus mengambil peran nyata dalam kemajuan masyarakat dan daerah.








