PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Sampit – Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Sampit, Samuda hingga Ujung Pandaran di Kabupaten Kotawaringin Timur kini mencapai 99,33 persen dalam kondisi mantap.

Ruas tersebut memiliki panjang sekitar 84,53 kilometer dan menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan kawasan perkotaan, sentra aktivitas masyarakat hingga akses menuju Pelabuhan Bagendang.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan kondisi jalan yang semakin baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Namun, ia mengingatkan kualitas jalan harus dijaga dengan membatasi kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas.

“Kapasitas jalan ini hanya delapan ton. Tetapi kalau sudah 20 ton atau 25 ton itu tidak boleh. Kita akan tegakkan aturan ya,” kata Agustiar dikutip Senin, 12 Oktober 2026.

Berdasarkan data pemerintah provinsi, ruas tersebut terbagi menjadi Jalan Sampit-Samuda sepanjang 35,62 kilometer dan Samuda-Ujung Pandaran sepanjang 49,48 kilometer.

Seluruh ruas sudah beraspal. Kondisi tidak mantap hanya tersisa sekitar 0,57 kilometer pada jalur Samuda-Ujung Pandaran.

Jalur tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi akses menuju Pelabuhan Bagendang yang melayani aktivitas peti kemas dan distribusi barang.

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, waktu tempuh dan kelancaran pengangkutan barang diharapkan meningkat sehingga memberi dampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan perbaikan jalan juga memberikan manfaat bagi keselamatan pengguna.

Menurutnya, kerusakan jalan sebelumnya menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Ia menilai pemeliharaan harus dibarengi pengawasan terhadap kendaraan angkutan agar jalan yang telah diperbaiki tidak cepat kembali rusak akibat beban berlebih.

Pemerintah daerah berharap kondisi jalan yang semakin mantap dapat memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus menunjang distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi di Kotawaringin Timur.