PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kalimantan Tengah ikut menopang pengadaan beras nasional Perum Bulog yang telah mencapai lebih dari 4,1 juta ton setara beras hingga 8 Oktober 2026.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalimantan Tengah Erwin Budiana mengatakan kontribusi Kalteng berasal dari penyerapan gabah petani yang hingga 9 Oktober 2026 telah mencapai 13.592 ton setara beras.

Jumlah tersebut setara sekitar 86 persen dari target tahunan Kalteng sebesar 15.805 ton.

“Capaian tersebut menunjukkan penyerapan gabah di Kalimantan Tengah terus berjalan secara optimal untuk mendukung ketersediaan cadangan pangan pemerintah sekaligus memperkuat pengadaan beras nasional,” kata Erwin di Palangka Raya, Senin, 12 Oktober 2026.

Secara nasional, pengadaan beras Bulog melalui skema Public Service Obligation mencapai 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026.

Capaian tersebut setara 102,88 persen dari target pemerintah sebesar empat juta ton.

Realisasi itu sekaligus menjadi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah Bulog dan membuat target nasional telah terlampaui sebelum akhir 2026.

Di Kalimantan Tengah, Bulog memfokuskan penyerapan gabah di empat daerah sentra produksi, yakni Kapuas, Pulang Pisau, Katingan dan Kotawaringin Timur.

Keempat wilayah tersebut menjadi prioritas terutama selama musim panen untuk mengoptimalkan serapan hasil produksi petani.

Erwin mengatakan kondisi cuaca juga memengaruhi kualitas gabah. Gabah yang dipanen saat cuaca relatif kering cenderung memiliki kadar air lebih rendah sehingga lebih mendukung proses penyerapan.

Harga pembelian gabah oleh Bulog mengikuti ketetapan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Penyerapan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat cadangan pangan nasional, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani dan menjaga stabilitas pasokan beras di Kalimantan Tengah.