JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Pengurus Pusat (PP) the Jakmania mengecam keras aksi kekerasan dari oknum yang diduga suporter Persija terhadap pemain Persib Elite Pro Academy (EPA) di Jawa Tengah.

"Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, intimidasi, dan perusakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sportivitas," demikian pernyataan PP the Jakmania melalui media sosial resminya yang dikutip di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi keriuhan di media sosial terkait informasi insiden yang terjadi di wilayah Jawa Tengah, Minggu (11/10).

Rombongan Persib EPA dilaporkan mengalami insiden penyerangan oleh oknum suporter di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10). Dalam video singkat yang tersebar di media sosial, bus rombongan pemain Persib EPA mengalami kerusakan, termasuk kaca bus yang pecah akibat dilempari benda-benda keras.

Pelaku penyerangan diduga berasal dari suporter Persija yang berada di area tersebut.

PP the Jakmania menyatakan menolak keras segala bentuk kekerasan dan rivalitas di luar batas dan berharap seluruh pihak yang terdampak mendapatkan perlindungan serta penanganan semestinya.

Badan pengurus tertinggi yang memimpin organisasi suporter resmi pendukung klub sepak bola Persija Jakarta itu juga mendukung pihak kepolisian untuk sesegera mungkin mengusut tuntas kejadian tersebut secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PP Jakmania memandang bahwa keselamatan setiap orang harus menjadi prioritas tanpa memandang identitas, afiliasi, maupun latar belakang.

"Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain," kata PP Jakmania.

Badan pengurus juga mengimbau seluruh anggota the Jakmania untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Selain itu, mengajak para the Jakmania mempercayakan proses penelusuran kepada pihak berwenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.

PP Jakmania percaya bahwa rivalitas merupakan bagian dari dinamika sepak bola, tetapi tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan. Sportivitas, solidaritas, dan penghormatan terhadap keselamatan sesama harus senantiasa menjadi prinsip yang harus dipegang bersama.

ANTARA