JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah (Kalteng), membekali pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan keterampilan budi daya serta pengolahan jamur tiram untuk membuka peluang usaha baru, memperluas variasi produk, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian dan Perdagangan Murung Raya Roy Chahyadi dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya, Senin, mengatakan pelatihan tersebut diikuti lebih dari 20 peserta dari kalangan masyarakat umum, kelompok tani, dan pelaku UMKM lokal.

"Pelatihan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan," katanya.

Menurut Roy, pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Keterampilan budi daya dan pengolahan jamur tiram diharapkan dapat menjadi alternatif usaha produktif yang bisa dimulai dari skala rumah tangga.

Selain keterampilan produksi, peserta mendapatkan pembekalan dasar manajemen keuangan, termasuk pengelolaan pemasukan dan pengeluaran. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menghitung biaya produksi, mengatur modal, dan mengevaluasi hasil usaha agar kegiatan bisnis dapat berjalan lebih terarah.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindag Murung Raya Andrie Ucan Kukui mengatakan jamur tiram dipilih karena memiliki kandungan gizi, nilai ekonomi, serta potensi untuk diolah menjadi beragam produk pangan yang dapat menyasar pasar yang lebih luas.

Menurut dia, budi daya jamur tiram relatif mudah dikembangkan karena tidak membutuhkan lahan luas sehingga sesuai untuk usaha rumahan maupun sumber pendapatan tambahan keluarga.

Kemampuan mengolah hasil panen menjadi produk pangan juga membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, tidak hanya menjual jamur dalam bentuk segar. Diversifikasi produk tersebut dapat menjadi pilihan bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen sekaligus mengembangkan peluang pemasaran.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan bimbingan tenaga ahli melalui penyampaian materi dan praktik langsung, mulai dari penyiapan media tanam hingga proses panen.

Melalui pelatihan tersebut, ia mengatakan Pemkab Murung Raya berharap peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk merintis atau mengembangkan usaha secara mandiri, memperluas jenis produk yang ditawarkan, serta menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga.

Pengembangan usaha jamur tiram juga diharapkan mendorong tumbuhnya wirausaha lokal dan memperkuat peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Murung Raya.

ANTARA