BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 3.908 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Tengah berdasarkan data BRIN dan Sipongi dalam laporan harian penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 62 kejadian karhutla yang membakar lahan seluas 64,82 hektare dalam kurun waktu 24 jam.
Kabupaten Seruyan menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi, yakni 1.308 titik, dengan tujuh kejadian karhutla yang membakar lahan seluas 19 hektare.
Sementara itu, Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat frekuensi kejadian karhutla tertinggi, yaitu 21 kejadian dengan 431 titik panas dan luas lahan terbakar mencapai 9,25 hektare.
Di Kabupaten Katingan, kebakaran lahan tercatat seluas 18,30 hektare, sedangkan di Kabupaten Kapuas mencapai 9,50 hektare.
Kebakaran lahan di Kabupaten Pulang Pisau tercatat seluas 5,70 hektare dan Kabupaten Barito Selatan seluas tiga hektare.
Di Kota Palangka Raya, kebakaran lahan tercatat seluas 0,07 hektare berdasarkan laporan harian tersebut.
“Personel gabungan yang berjumlah 12.717 orang dikerahkan ke lokasi-lokasi kritis dengan dukungan armada udara berupa 7 unit helikopter pemadam dan 1 unit pesawat patroli OMC,” sebut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib dalam keterangannya, Senin, 12 Oktober 2026.
Data tersebut menjadi gambaran sebaran kejadian karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam periode pelaporan 24 jam.
BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat menghentikan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun untuk mendukung upaya penanganan karhutla dan mewujudkan Kalteng bebas kabut asap. (HERMAWAN DP/R)
3.908 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng, Seruyan Catat Sebaran Tertinggi
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gubernur Kalteng Tegaskan Komitmen Siapkan Fasilitas Kesehatan Warga Terdampak Kabut Asap
Luas Karhutla Kalteng 2026 Sekitar 15 Kali Lipat Tahun Lalu, Seruyan dan Kotim Melonjak Tajam
OJK Kalteng Perkuat Inklusi Keuangan hingga Desa, Sasar Penyandang Disabilitas dan Pelajar
Menkes Apresiasi Penanganan ISPA Pemko Palangka Raya di Tengah Kabut Asap
Polusi Udara Kalteng Tertinggi, Saat Menkes RI Kunjungan Ke Kota Palangka Raya
Menkes Ungkap Dampak Kabut Asap di Kalteng, Pasien Masuk RS Naik Tiga Kali Lipat
Komentar (0)
Memuat komentar…







