BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan mencatat 5.031 kasus baru Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta 1.127 kasus diare memasuki minggu pertama Oktober 2026 di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat tersebut menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah daerah dalam penanganan bencana kabut asap.
Selain berdampak pada kesehatan, kondisi kabut asap turut memengaruhi aktivitas pendidikan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Sebanyak 223 sekolah tingkat kabupaten dan kota terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka dan beralih ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk mengantisipasi risiko kesehatan terhadap anak-anak.
Pemerintah daerah bersama Satuan Tugas (Satgas) Karhutla menyiagakan 169 lokasi Rumah Oksigen di berbagai titik rawan untuk memberikan pertolongan darurat kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Keberadaan Rumah Oksigen tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kesehatan yang ditimbulkan kabut asap.
Di sisi lain, penanganan kebakaran lahan terus dilakukan melalui pemadaman di darat maupun udara oleh tim gabungan.
Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menyampaikan penanganan karhutla dilakukan dengan mengerahkan personel gabungan dan mengoptimalkan dukungan armada udara.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh pihak menghentikan aktivitas pembakaran lahan untuk membantu penanganan karhutla dan mengurangi ancaman kabut asap di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/R)
Kabut Asap di Kalteng, 5.031 Kasus Baru ISPA Tercatat pada Minggu Pertama Oktober
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Edy Pratowo Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan dan Hindari Pembakaran Lahan
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Komentar (0)
Memuat komentar…







