PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 12.717 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, dengan dukungan tujuh unit helikopter pemadam dan satu unit pesawat patroli Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menegaskan personel gabungan disiagakan di lokasi-lokasi kritis untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Berdasarkan laporan harian per Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat 62 kejadian karhutla yang membakar lahan seluas 64,82 hektare dalam kurun waktu 24 jam.

Data BRIN dan Sipongi dalam laporan tersebut turut mencatat 3.908 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Tim gabungan terus memaksimalkan upaya pemadaman melalui operasi di darat maupun udara untuk menangani kebakaran lahan di sejumlah wilayah.

Selain penanganan di lapangan, proses hukum terhadap kasus karhutla turut berjalan melalui kepolisian. Sebanyak 49 kasus tindak pidana karhutla saat ini sedang diproses oleh pihak kepolisian.

“Kami menyiagakan 12.717 personel gabungan serta mengoptimalkan operasional helikopter dan pesawat patroli untuk melakukan intervensi cepat di lapangan,” tegas Ahmad Toyib dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Senin, 12 Oktober 2026.

Ia mengimbau seluruh pihak menghentikan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun dan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan komitmen bersama dalam menciptakan Kalteng bebas kabut asap. (HERMAWAN DP/R)