PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya membuka akses pendidikan tinggi bagi pekerja melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL.

Program tersebut memungkinkan pengalaman kerja dinilai sebagai bagian dari proses pendidikan sesuai ketentuan dan hasil asesmen.

Rektor UMPR Muhamad Yusuf mengatakan pekerja dengan pengalaman kerja selama tiga tahun berturut-turut dapat memperoleh pengakuan pembelajaran hingga setara lima semester.

Dengan skema tersebut, peserta diperkirakan dapat menyelesaikan sisa perkuliahan maksimal empat semester.

“Program ini menjadi upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia agar mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya di Palangka Raya, Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut Yusuf, RPL ditujukan bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja tetapi terkendala waktu maupun akses untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Selain mengembangkan program RPL, UMPR juga memperluas kapasitas akademik dengan menambah jumlah program studi dari 18 menjadi 44 yang tersebar di 15 fakultas.

Dalam tiga tahun terakhir, penerimaan mahasiswa baru berkisar 3.000 orang per tahun dan diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 5.000 mahasiswa pada tahun depan.

Pada 2026, UMPR juga mendapat penugasan untuk menyelenggarakan Akademi Komunitas yang saat ini diikuti 138 mahasiswa.

Pengembangan akses pendidikan tersebut berjalan bersamaan dengan Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIV, Sarjana XXXVII, dan Diploma XXVI Tahun 2026.

Sebanyak 668 lulusan dikukuhkan dalam dua hari pelaksanaan wisuda, yakni 335 lulusan pada Minggu, 11 Oktober 2026 dan 333 lulusan pada Senin.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang menghadiri wisuda sebelumnya meminta lulusan menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Lulusan harus bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Ilmu yang didapatkan selama kuliah harus terus dikembangkan dan menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat,” kata Agustiar.

Ia juga mengingatkan lulusan agar tidak cepat berpuas diri, terus mengembangkan kemampuan, serta menjaga karakter dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.

ANTARA