PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 46 anggota kafilah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diberangkatkan untuk mengikuti Festival Seni dan Qasidah (FSQ) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas. Kontingen tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Kobar, Nurhidayah di halaman Kantor Bupati Kobar, Senin, 12 Oktober 2026.

Dari total peserta yang diberangkatkan, sebanyak 34 orang akan mengikuti berbagai cabang perlombaan, sementara 12 lainnya bertugas sebagai official, pelatih, dan pendamping. Keikutsertaan kontingen ini menjadi bagian dari upaya daerah dalam mengembangkan seni budaya Islami sekaligus mendorong prestasi di tingkat provinsi.

Nurhidayah mengapresiasi pengurus Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI), para pembina, pelatih, pendamping, serta seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut.

“Festival Seni Qasidah bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih prestasi, tetapi juga merupakan sarana untuk mengembangkan seni budaya Islami, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni qasidah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” ujarnya.

Adapun cabang yang diikuti meliputi Bintang Vokalis kategori anak-anak, remaja, dan dewasa dengan enam peserta, Pop Religi pada tiga kategori yang sama dengan enam peserta, serta Rebana Remaja yang diikuti 22 peserta.

Menurutnya, FSQ tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengejar kemenangan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi seni qasidah dan mengembangkan budaya Islami di tengah masyarakat.

Ia berharap, keikutsertaan Kobar dalam festival tersebut dapat mendorong perkembangan seni qasidah, terutama di kalangan generasi muda. Selain melestarikan warisan budaya, kegiatan ini dinilai dapat menjadi sarana menanamkan nilai religius, membentuk akhlak mulia, serta memperkuat kebersamaan dan persaudaraan.

Ia juga mengingatkan agar kafilah menjaga disiplin, kekompakan, dan kepercayaan diri selama mengikuti rangkaian perlombaan. 

Para peserta diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap mengedepankan sportivitas dan sikap saling menghormati.

“Saudara-saudara tidak hanya membawa nama pribadi atau organisasi, tetapi juga membawa nama Kabupaten Kotawaringin Barat, karena itu, jagalah nama baik daerah, tunjukkan sikap yang santun, dan jadilah duta daerah yang membanggakan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kafilah FSQ XII Kabupaten Kotawaringin Barat dalam laporannya menyampaikan bahwa keikutsertaan kontingen merupakan bagian dari pembinaan dan pengembangan seni budaya Islami, peningkatan prestasi, serta pelestarian seni qasidah sebagai media dakwah dan syiar Islam.

Melalui festival tersebut, para peserta diharapkan dapat mengembangkan bakat dan potensi, meningkatkan kualitas penampilan, serta memperkuat karakter religius. Selain itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperluas pengalaman dalam berkesenian di tingkat provinsi. (NURITA/j)