BORNEONEWS, Palangka Raya — Panglima Kodam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menyampaikan kondisi terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Ia menjelaskan bahwa petugas di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama titik api yang tersebar di kawasan rawa yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat.
Karena kondisi medan yang sulit tersebut, diperlukan tambahan peralatan pemadaman berupa sekitar 50 unit mesin pompa air berukuran kecil, serta tim pengeboran air untuk membuat sumur bor dengan kedalaman 10 hingga 15 meter agar pasokan air bagi petugas senantiasa tersedia di lokasi yang jauh dari sumber air alami.
Pangdam juga menegaskan pentingnya penanganan cepat di kawasan TNTP karena kebakaran tidak hanya mengancam habitat orangutan, tetapi juga satwa liar lainnya yang hidup di kawasan tersebut.
"Di sisi lain, aktivitas kunjungan wisatawan mancanegara masih berlangsung, sehingga keamanan kawasan dan kelestarian ekosistem harus tetap dijaga dengan baik," katanya, Selasa, 13 Oktober 2026.
Mendengar laporan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh personel Satgas yang telah bekerja keras siaga memadamkan api di medan yang sulit.
Presiden menegaskan bahwa TNTP menjadi perhatian khusus pemerintah karena merupakan habitat orangutan yang memiliki nilai penting bagi kelestarian lingkungan sekaligus menjadi perhatian dunia internasional.
Sebagai bentuk dukungan langsung untuk mempercepat pemadaman, Presiden menyetujui pengiriman 200 unit mesin pompa air (Alkon) ke lokasi operasi.
Dukungan lain yang disetujui adalah pembangunan 200 titik sumur bor dengan estimasi biaya sekitar Rp 10 juta per titik atau total sekitar Rp 2 miliar, yang akan membantu menjaga ketersediaan air di lokasi-lokasi terpencil.
Presiden juga meminta dilakukan konsolidasi dengan para penerbang guna meningkatkan efektivitas operasi pemadaman dari udara, sehingga titik api yang sulit dijangkau dari darat dapat segera dikendalikan dari atas.
Koordinasi yang lebih erat antara tim darat dan tim udara diharapkan mempercepat proses pemadaman secara menyeluruh.
Selain upaya pemadaman, Presiden menekankan pentingnya langkah pencegahan secara menyeluruh melalui mitigasi sejak dini, terutama di desa-desa yang berada di kawasan lahan gambut.
Penguatan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) menjadi kunci agar api dapat dicegah sebelum tumbuh menjadi kebakaran besar.
Sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi kehutanan, dan masyarakat luas juga ditekankan sebagai langkah strategis untuk mencegah terjadinya karhutla di masa mendatang.
"Dengan dukungan peralatan yang memadai dan kesadaran bersama, diharapkan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dapat segera terbebas dari ancaman api," tutup Pangdam. (PATHUR/Y)









