PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketersediaan beras premium di Kalimantan Tengah menjadi perhatian Perum Bulog setempat. Pasalnya, pasokan 150 ton yang didistribusikan melalui program fasilitasi distribusi pangan diperkirakan dapat terserap pasar dalam waktu relatif singkat, sementara keberlanjutan pasokan untuk November masih diharapkan dapat dipertahankan.

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan distribusi beras tersebut merupakan upaya memperkuat pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tengah tekanan inflasi di daerah.

“Ini mungkin 150 ton bisa cepat habis. November semoga masih bisa bertahan,” kata Erwin dalam kegiatan Penguatan Pasokan dan Distribusi Beras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng di Gudang Bulog Palangka Raya pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Dari total 150 ton beras premium yang disalurkan, Kota Palangka Raya memperoleh alokasi terbesar, yakni 75 ton. Sementara itu, Kabupaten Kapuas mendapatkan 25 ton dan Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 50 ton.

Khusus di Palangka Raya, penjualan beras dilakukan melalui sejumlah titik, di antaranya Pasar Kahayan, Pasar Besar, dan kantor Bulog. Masyarakat dapat memperoleh beras tersebut dengan harga Rp15.400 per kilogram atau maksimal Rp77.000 untuk kemasan lima kilogram, sesuai keterangan Erwin.

Menurutnya, program fasilitasi distribusi pangan menjadi langkah strategis untuk memperlancar penyaluran beras dari daerah penghasil ke wilayah yang membutuhkan. Dengan distribusi yang lebih efisien, ketersediaan pasokan diharapkan terjaga dan tekanan harga dapat dikendalikan.

Namun, pemenuhan kebutuhan beras premium di Kalimantan Tengah masih menghadapi tantangan infrastruktur. Erwin menjelaskan, daerah ini belum memiliki sarana pendukung yang memadai untuk memenuhi kebutuhan beras premium secara optimal sehingga pasokan masih perlu didatangkan dari luar daerah, termasuk Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain itu, karakteristik geografis Kalimantan Tengah yang luas dan jarak antardaerah yang relatif jauh membuat distribusi membutuhkan perencanaan matang. Dukungan transportasi darat maupun air menjadi faktor penting agar penyaluran beras berjalan lancar.

Erwin berharap kerja sama dengan Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta unsur TNI dan Polri terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi, memperkuat ketahanan pangan, dan mempertahankan daya beli masyarakat di tengah tantangan harga pangan. (TESTI PRISCILLA/y)