BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau Kagama Provinsi Kalimantan Tengah didorong untuk mendata alumni yang menduduki berbagai posisi strategis di daerah.
Pemetaan tersebut dinilai penting agar potensi sumber daya manusia alumni dapat diberdayakan secara nyata untuk mendukung pembangunan.
Salah satu pengurus Kagama Kalteng, Dr. Fitria Husnatarina, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA., ACPA., mengatakan, pendataan alumni perlu menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kekuatan jaringan Kagama di Kalimantan Tengah.
“Kita harus mendata siapa saja alumni Universitas Gadjah Mada yang menduduki posisi apa di Kalimantan Tengah ini sehingga bisa diberdayakan untuk membangun Indonesia, dimulai dari Kalimantan Tengah dahulu,” kata Fitria kepada Borneonews pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurutnya, keberadaan alumni yang tersebar di berbagai instansi, lembaga, maupun sektor pekerjaan merupakan potensi yang perlu dihimpun dan dikelola secara terarah.
Dengan mengetahui posisi serta bidang keahlian masing-masing alumni, Kagama dapat memetakan kontribusi yang bisa diberikan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
Fitria yang merupakan dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (UPR) itu menilai, kekuatan organisasi alumni tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah anggotanya, tetapi juga kemampuan membangun sinergi dan menggerakkan sumber daya yang dimiliki.
Pendataan tersebut juga dapat menjadi dasar untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antaralumni. Dengan pemetaan yang baik, Kagama diharapkan lebih mudah menghubungkan keahlian, pengalaman, serta jejaring anggotanya untuk menjawab berbagai persoalan di Kalimantan Tengah.
Namun, menurut Fitria, semangat membangun daerah tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan almamater.
Kolaborasi dengan alumni perguruan tinggi lain juga perlu diperkuat agar pembangunan dapat melibatkan lebih banyak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap daerah.
“Kerja sama antarsesama alumni meskipun berbeda almamater juga perlu dibangun, seperti alumni dari Universitas Palangka Raya, Universitas Lambung Mangkurat, dan lainnya,” ujarnya.
Ia menilai, sinergi lintas perguruan tinggi dapat membuka ruang pertukaran gagasan, memperluas jejaring profesional, serta mempertemukan berbagai keahlian untuk menghasilkan solusi atas tantangan pembangunan daerah.
Melalui penguatan pendataan dan kerja sama tersebut, Kagama Kalteng diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga mampu mengonsolidasikan potensi sumber daya manusia lintas sektor dan lintas perguruan tinggi.
Langkah itu sekaligus menjadi upaya membangun kontribusi yang lebih terarah, dengan Kalimantan Tengah sebagai titik awal untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi Indonesia.(TESTI PRISCILLA/R)









